Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.082, Tren Melemah Tetap Mengintai

Rabu, 29 Juli 2026 | 23:55:32 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar. (Foto: NET)

JAKARTA - Usai bergerak melemah pada pembukaan perdagangan, nilai tukar rupiah di pasar spot berbalik arah dan menguat tipis 0,01% menjadi Rp 18.082 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/7/2026) siang pukul 12.10 WIB.

Walau demikian, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, potensi pelemahan rupiah ke depan masih sangat terbuka. 

Hal ini dipicu oleh lonjakan harga komoditas energi seperti minyak mentah dunia setelah mencuat kabar serangan Iran ke pasukan AS di Timur Tengah. 

Di sisi lain, rupiah pun masih tertekan oleh sentimen negatif domestik menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) beberapa hari lalu. 

Langkah mundurnya Perry dinilai cukup mengguncang keyakinan pasar atas arah kebijakan moneter di tanah air.

"Outflow asing di pasar ekuitas juga semakin membebani rupiah," ujar dia, Rabu (29/7/2026).

Lukman berpandangan bahwa sentimen dalam negeri pada dasarnya sudah tergolong positif akhir-akhir ini, tepat sebelum terjadinya pergolakan di internal BI. 

Untuk jangka pendek, masalah internal ini masih bakal menjegal laju rupiah, apalagi jika tensi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas hingga memicu meroketnya harga minyak global. 

Berkaca pada dinamika pasar sekarang, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah idealnya akan bergerak pada rentang Rp 17.700 hingga Rp 18.300 per dolar AS sampai pengujung tahun 2026.

Terkini