Pendapatan ASLC Naik, Laba Semester I-2026 Turun 54,31%

Selasa, 28 Juli 2026 | 02:51:31 WIB
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) resmi mempublikasikan laporan keuangan untuk periode semester I-2026 dengan perolehan pendapatan yang tumbuh positif, meskipun perolehan laba bersihnya mengalami tekanan yang cukup dalam. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) resmi mempublikasikan laporan keuangan untuk periode semester I-2026 dengan perolehan pendapatan yang tumbuh positif, meskipun perolehan laba bersihnya mengalami tekanan yang cukup dalam.

Berdasarkan data dari laporan keuangan pada Selasa (28/7/2026), pendapatan emiten berkode saham ASLC ini terkerek naik 31,94% menjadi Rp 589,87 miliar selama paruh pertama 2026, jika disandingkan dengan perolehan Rp 447,09 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Lonjakan pendapatan ini utamanya didorong oleh lini bisnis penjualan kendaraan bekas yang melesat hingga 57,45% menjadi Rp 493,35 miliar, dari posisi sebelumnya senilai Rp 313,35 miliar pada semester I-2025.

Di lain sisi, beberapa lini bisnis perusahaan justru menunjukkan tren penurunan. Hasil dari jasa administrasi lelang melemah 26,86% menjadi Rp 55,81 miliar dari sebelumnya Rp 76,31 miliar. 

Pendapatan yang bersumber dari jasa lelang juga berkurang 26,71% menjadi Rp 39,41 miliar, dari raihan Rp 53,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, penurunan paling tajam dicatatkan oleh segmen jasa gadai yang merosot hingga 64,84% menjadi Rp 1,28 miliar, dari posisi Rp 3,64 miliar pada semester I-2025.

Kondisi tersebut diperberat oleh pos beban pokok pendapatan yang membengkak 48,29% menjadi Rp 470,93 miliar, dibandingkan posisi semester I-2025 yang sebesar Rp 317,58 miliar. 

Imbas dari kenaikan beban pokok ini membuat laba kotor perusahaan tergerus 8,17% menjadi Rp 118,93 miliar, dari capaian sebelumnya yang berada di angka Rp 129,51 miliar.

Melihat dari aspek operasional, pos beban penjualan sebenarnya mampu dipangkas sebesar 34,61% menjadi Rp 5,14 miliar, dari Rp 7,86 miliar pada paruh pertama 2025. 

Namun, pengeluaran untuk beban umum dan administrasi justru merangkak naik 6,78% menjadi Rp 114,16 miliar, dari sebelumnya Rp 106,91 miliar. 

Konsekuensinya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 54,31% menjadi Rp 8,48 miliar pada semester I-2026, berbanding terbalik dari torehan Rp 18,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Terkini