Tumbuh 19%, Pembiayaan SME BSI Tembus Rp26,15 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 01:13:31 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten meningkatkan penyaluran modal usaha kepada sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten meningkatkan penyaluran modal usaha kepada sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Tercatat sampai dengan Mei 2026, penyaluran pembiayaan untuk kategori usaha kecil dan menengah (SME) di BSI sudah menyentuh angka Rp 26,15 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 19% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menjelaskan bahwa lonjakan penyaluran modal tersebut didorong oleh beberapa bidang produktif. 

Di antaranya adalah sektor pertanian serta perkebunan, bisnis perdagangan grosir maupun eceran, industri jasa pendidikan, serta bidang usaha produktif lain yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen perseroan untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama sektor-sektor pro kerakyatan yang memperluas lapangan kerja. Kelas usaha kecil dan menengah ini menjadi salah satu yang dibidik karena potensinya sangat besar jika dibina dan diberikan akses pembiayaan yang tepat," ujar Kemas melalui laporan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).

Seiring dengan perkembangan tersebut, total pelaku UMKM yang menjadi nasabah BSI saat ini telah menembus angka lebih dari 342.000 pengusaha di berbagai lini bisnis. 

Kemas menambahkan, selain memberikan fasilitas permodalan, BSI juga berkomitmen meningkatkan kompetensi para pelaku usaha lewat rangkaian program pelatihan dan supervisi agar bisnis mereka dapat naik kelas.

Salah satu pelaku usaha yang sukses bertumbuh berkat suntikan dana dari BSI adalah Alfriandra Souvenir, sebuah bisnis cinderamata pernikahan yang telah beroperasi sejak tahun 1997. 

Pemilik Alfriandra Souvenir, Yana, memulai bisnisnya dengan modal awal berkisar Rp7 juta untuk mengolah gantungan kunci dari bahan resin. 

Setelah memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah BSI, skala bisnisnya berhasil naik tingkat ke kategori pembiayaan SME.

Yana mengungkapkan bahwa kemajuan bisnis yang dipimpinnya ditunjang oleh faktor konsistensi, kreativitas, serta kejelian dalam menyelaraskan produk dengan tren pasar saat ini.

"Awalnya saya hanya bermodal nekat karena ingin menjadi orang yang sukses dan bermanfaat untuk sesama. Bagi saya, usaha yang berhasil adalah usaha yang bisa memberikan pekerjaan bagi banyak orang dan produknya disukai pelanggan," tuturnya.

Sampai sekarang, seluruh tahapan pembuatan produk Alfriandra Souvenir masih dijalankan secara mandiri lewat sistem industri rumahan. 

Proses tersebut meliputi pencatatan order, pembuatan barang, pencetakan, penyablonan, hingga tahap akhir pengemasan demi mempertahankan mutu produk yang dihasilkan.

Melalui penyaluran modal yang dibarengi dengan edukasi bisnis ini, BSI berharap dapat terus menyokong lebih banyak pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkokoh andil mereka terhadap roda perekonomian domestik.

Terkini