Pemerintah Siapkan Kopdes Merah Putih untuk Potong Rantai Pangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:28:31 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA — Pemerintah memposisikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana utama guna memotong dominasi tengkulak dalam jalur pasokan pangan. 

Lewat kehadiran koperasi ini, alur distribusi hasil tani diharapkan bisa diperpendek, sehingga nilai lebih yang selama ini diambil oleh perantara dapat dialihkan dan lebih banyak diterima oleh para petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah menaksir margin keuntungan yang diambil tengkulak dari tata niaga sembilan bahan pangan pokok menyentuh angka berkisar Rp313 triliun. 

"Kami pernah hitung sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman atau tengkulak, dia dapatkan keuntungan Rp313 triliun. Katakanlah koperasi dapat Rp50 triliun saja. Artinya ada Rp263 triliun yang bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik," tuturnya saat melakukan temu pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Andi Amran Sulaiman, peran krusial dari Koperasi Desa Merah Putih yakni mereduksi alur distribusi yang tadinya melewati delapan tahapan menjadi hanya tiga tahapan saja, yaitu petani, pihak koperasi, dan pihak konsumen. 

"Fungsi utamanya memotong supply chain. Dari delapan menjadi tiga, dari petani ke koperasi kemudian koperasi ke masyarakat," ungkapnya.

Lewat alur pasokan yang jauh lebih pendek tersebut, Andi Amran Sulaiman optimis sirkulasi keuangan akan lebih banyak berputar di kawasan pedesaan sehingga mampu mendongkrak laju ekonomi warga setempat. 

"Uang Rp263 triliun itu jadi bisa berputar di desa. Sehingga terjadilah ekonomi kerakyatannya," jelasnya.

Bukan hanya menampung hasil panen masyarakat, koperasi ini nantinya juga diplot sebagai pusat penyaluran pupuk. Pola seperti ini diproyeksikan bisa memangkas jarak tempuh para petani, baik dalam mengakses modal produksi maupun saat memasarkan hasil bumi mereka. 

"Menjual gabah itu langsung ke koperasi. Biasanya gudang Bulog jaraknya 50 kilometer dari sawah. Kalau setiap desa ada koperasi, uangnya berputar di situ. Rantai pasoknya pendek, daya beli masyarakat naik, kemudian kesejahteraan petani meningkat," ucapnya.

Andi Amran Sulaiman mengimbuhkan bahwa Agrinas Pangan bakal mengemban tugas selaku pembeli siaga (off-taker) sekaligus penyalur komoditas sektor pertanian. 

Badan usaha ini diproyeksikan mampu membeli hasil bumi saat harga di pasar merosot dan mendistribusikannya ke wilayah-wilayah yang tengah kekurangan stok. 

"Sayur-sayuran yang selama ini kami lihat, tomat dibuang, sayur dibuang, cabai dibuang karena harganya murah di Aceh tetapi mahal di wilayah timur, itulah fungsi Agrinas Pangan nanti, organisasinya dari Sabang sampai Merauke," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak didirikan untuk menjadi jaringan ritel modern atau supermarket. 

Menurut penjelasannya, koperasi ini bakal diposisikan sebagai wadah infrastruktur bagi pemerintah dalam mengalirkan berbagai program subsidi serta bantuan, sekaligus bertindak selaku penyerap hasil produksi warga. 

"Koperasi ini bukan supermarket. Dia sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi dan bantuan pemerintah, sekaligus menjadi off-taker produk-produk pertanian," terangkan Zulkifli.

Pihak pemerintah mematok target pengerjaan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih dapat diselesaikan pada Agustus 2026 mendatang lewat jalinan kemitraan bersama Agrinas. 

Sementara itu, dampak positif dari program ini diproyeksikan mulai bisa dirasakan oleh masyarakat luas pada Oktober 2026, setelah penyusunan regulasi terkait tata kelolanya rampung dilakukan.

Terkini