LPS: Simpanan Nasabah Tumbuh, Tren Makan Tabungan Berakhir

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:23:31 WIB
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. (Foto: NET)

JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menginformasikan bahwa dana simpanan masyarakat di perbankan saat ini terus meningkat. 

Dia menegaskan bahwa fenomena masyarakat yang menghabiskan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari sudah tidak terlihat lagi. 

Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya mengikuti rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (27/7/2026) di Istana Negara.

Anggito memaparkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) menunjukkan tren yang positif. Dia kembali menekankan bahwa gejala penurunan tabungan demi menyambung hidup sudah mereda. 

"Enggak [tren makan tabungan], semua masih tumbuh ya. Baik itu tabungan-tabungan yang di bawah Rp100 juta maupun sampai dengan di atas Rp5 miliar semuanya tumbuh dan bergerak gitu ya," ujar Anggito.

Menurut penjelasannya, situasi ini mengindikasikan bahwa perputaran uang nasabah di sektor perbankan berjalan lancar dan efektif dalam menyokong aktivitas perekonomian. 

"Sebetulnya sirkulasi dana itu yang masuk ke bank itu mendukung kegiatan ekonomi yang sektor riil khususnya ya," ujarnya.

Sebagai bagian dari KSSK, LPS senantiasa menjalin komunikasi intensif dengan anggota komite lainnya secara harian guna memantau perkembangan sektor keuangan serta ekonomi makro.

Di sisi lain, merujuk pada laporan distribusi simpanan yang dirilis LPS, akumulasi nominal simpanan pada bank umum hingga Mei 2026 bertengger di angka Rp10.330 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 2,20% secara bulanan (month on month/MoM). 

Dilihat dari jenisnya, kontribusi nominal paling mendominasi berasal dari deposito dengan porsi 34,84% dari keseluruhan simpanan.

Jika ditinjau dari nominal per rekening (tier), kelompok simpanan dengan saldo di atas Rp5 miliar menjadi penyumbang terbesar yang menguasai 58,34% dari total dana. 

Sementara itu, total kepemilikan rekening simpanan di bank umum hingga Mei 2026 menembus 682,06 juta akun, terangkat 2,24% MoM. Berdasarkan jenisnya, kuantitas rekening paling banyak ditemukan pada produk tabungan biasa yang merepresentasikan 98,31% dari total rekening.

Berdasarkan klasifikasi saldo, jumlah akun terbanyak berada pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta dengan dominasi mencapai 98,91% dari keseluruhan rekening.

Dari aspek proteksi, LPS telah mengcover sebanyak 681,67 juta rekening, yang berarti 99,94% dari total rekening nasabah berstatus dijamin sepenuhnya. 

Sedangkan 384.810 rekening sisanya atau setara 0,06% mendapatkan penjaminan secara terbatas, menyesuaikan dengan regulasi batas maksimal penjaminan senilai Rp2 miliar untuk tiap nasabah pada satu bank.

Halaman :

Terkini