Penerimaan Pungutan Ekspor Sawit Semester I 2026 Tembus Rp 21 Triliun

Senin, 27 Juli 2026 | 22:34:31 WIB
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan performa yang impresif selama paruh pertama tahun ini. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan performa yang impresif selama paruh pertama tahun ini. Kondisi tersebut tercermin dari realisasi penerimaan Pungutan Ekspor (PE) untuk komoditas kelapa sawit yang terus merangkak naik.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman menyampaikan, perolehan dari sektor ekspor kelapa sawit selama enam bulan pertama atau semester I pada tahun 2026 ini sukses melewati pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"PE sampai semester I 2026 lebih tinggi dari PE periode yang sama tahun 2025. Penerimaan PE semester I 2026 sekitar Rp 21 triliun," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Selain itu, Eddy menyebutkan bahwa pendistribusian dana insentif untuk program mandatori biodiesel juga berjalan tanpa hambatan demi mempertahankan stabilitas pasokan di pasar dalam negeri. 

Kucuran dana sokongan tersebut terus digulirkan untuk mendukung percepatan penerapan program pencampuran bahan bakar nabati B40 sampai B50 yang saat ini sedang diakselerasi oleh pemerintah.

Eddy memaparkan bahwa penyerapan anggaran insentif untuk keperluan Public Service Obligation (PSO) hingga pertengahan tahun dalam menyokong program biodiesel ini telah terealisasi melampaui separuh dari keseluruhan pagu yang diproyeksikan tahun ini.

"Untuk tahun 2026, proyeksi insentif B40/B50 PSO kurang lebih sebesar Rp 32 triliun, sampai dengan bulan Juni sudah disalurkan sekitar Rp 17 triliun," terangnya.

Di sisi lain, saat merespons rencana perluasan bahan bakar nabati dengan bahan dasar bioetanol untuk program E10 pada tahun 2027 nanti, Eddy memastikan bahwa tugas dari instansinya masih tetap berpusat pada komoditas biodiesel yang bersumber dari kelapa sawit.

"Dalam kaitannya dengan penyediaan dan penggunaan bahan bakar nabati, sampai dengan saat ini BPDP hanya ditugaskan untuk pemberian insentif pengembangan bahan bakar nabati dalam bentuk biodiesel dari sawit," tandasnya.

Terkini