Kadin Beberkan Sektor Unggulan Ekonomi Syariah Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 21:36:02 WIB
Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah. (Foto: NET)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa industri fesyen, wisata ramah Muslim, farmasi, kosmetik halal, serta industri makanan halal merupakan sektor unggulan sekaligus modal kuat yang mampu memperkokoh posisi ekonomi syariah Indonesia di kancah global.

Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah mengungkapkan bahwa Indonesia mempunyai modal yang kokoh untuk memajukan beragam sektor unggulan ekonomi syariah, sejalan dengan melonjaknya permintaan produk halal di pasar internasional.

Dalam penjelasannya di Jakarta pada Senin, Titi berpandangan bahwa sektor-sektor tersebut harus terus diperkokoh demi meningkatkan daya saing Indonesia agar bisa menjadi pemain utama dalam rantai nilai global.

Menurut pandangannya, pemerintah sudah menentukan target untuk mentransformasikan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia lewat penguatan tiga elemen krusial, yaitu industri halal, sektor keuangan syariah, dan ekosistem usaha yang terintegrasi satu sama lain.

Kendati demikian, Titi mengingatkan bahwa masih ada sederet tantangan yang mesti diselesaikan, seperti pemusatan kepemilikan modal, kebijakan yang dirasa belum berpihak secara optimal kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi syariah, hingga minimnya penerapan teknologi digital pada lingkaran pengusaha.

Ia mengimbuhkan bahwa penguatan ekonomi umat juga harus ditopang oleh perluasan akses pembiayaan, akselerasi digitalisasi, sertifikasi halal, serta pemantapan kapasitas sumber daya manusia.

Di samping itu, transformasi digital dianggap sebagai aspek krusial dalam mendongkrak efisiensi serta daya saing para pelaku usaha. 

Optimalisasi kecerdasan buatan, penguatan infrastruktur pusat data nasional, dan perluasan literasi digital dinilai mampu menolong UMKM dalam mengakses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan produktivitas.

Titi pun memacu penguatan ekonomi hijau lewat pemanfaatan energi terbarukan, mekanisme perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, serta hilirisasi sumber daya alam demi mendongkrak daya saing ekspor Indonesia.

Sementara itu, dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar di Jakarta pada Sabtu (25/7), dirinya menegaskan komitmen Kadin untuk mendorong penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Pada momen tersebut, ia pun menyodorkan lima rekomendasi strategis, yakni penguatan regulasi yang berpihak pada UMKM, percepatan ekosistem ekonomi syariah terintegrasi, peningkatan investasi infrastruktur dan reformasi birokrasi, percepatan hilirisasi industri serta transisi ekonomi hijau, dan perluasan literasi digital serta akses pembiayaan formal bagi pelaku UMKM.

Terkini