KKP Proyeksikan Budi Daya Lobster di Batam Panen Lagi September 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 21:15:01 WIB
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan kegiatan budi daya lobster yang memanfaatkan benih bening lobster (BBL) di Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) Batam, Kepulauan Riau, bakal memasuki masa panen lagi pada September 2026.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu melalui pernyataan resmi KKP di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa modeling budi daya lobster di BPBL 

Batam sengaja disiapkan sebagai percontohan implementasi teknologi pembesaran lobster dari BBL yang nantinya bisa ditiru oleh pelbagai wilayah potensial lain.

Haeru Rahayu menilai wilayah Kepulauan Riau ditentukan sebagai pusat pengembangan lantaran ditunjang oleh daya dukung lingkungan yang optimal, akses yang dekat dengan pasar, serta kepastian pasokan pakan lewat program budi daya kekerangan yang turut menggandeng warga pesisir setempat.

Pada saat ini, area budi daya yang membentang seluas tiga hektare itu ditopang oleh unit pembibitan (nursery), ruang penyimpanan beku (cold room), serta 172 unit Keramba Jaring Apung (KJA) yang terbagi atas 116 unit berdimensi besar dan 56 unit berdimensi sedang.

Haeru Rahayu mengutarakan jika lobster yang mulai dipelihara sejak Oktober tahun lalu itu sekarang sudah menyentuh berat rata-rata 150 sampai 200 gram per ekor di KJA ukuran besar, sehingga diprediksi sudah layak panen pada September esok.

Haeru Rahayu menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi pendederan ini sanggup memproduksi benih lobster seberat lima gram untuk siap dilanjutkan ke fase pembesaran. Target produktivitas dari budi daya ini dipatok menyentuh 40 kilogram pada tiap lubang KJA berukuran 3 x 3 meter.

"Kami ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih, tetapi dibesarkan menjadi lobster bernilai ekonomi tinggi di dalam negeri," kata Haeru.

Berdasarkan data KKP, agenda panen pertama untuk budi daya lobster dengan sistem modeling di BPBL Batam ini telah terlaksana pada September 2025 yang lalu dengan perolehan produksi di kisaran 1,7 ton lobster.

Kegiatan ini bertumpu sejak akhir tahun 2024 yang diawali lewat penyebaran 33.143 ekor benih bening lobster pada unit pendederan, di mana angka kelangsungan hidupnya (survival rate) berada di atas 80 persen sebelum akhirnya digeser ke keramba jaring apung untuk fase pembesaran.

Demi menjamin keberlanjutan stok pakan, pihak BPBL Batam pun menggalakkan budi daya kerang kupang yang berlokasi di perairan Tanjung Uma dengan kemampuan produksi menyentuh 3.600 kilogram pada setiap siklusnya.

KKP merangkum bahwa lobster bertransformasi menjadi salah satu komoditas perikanan andalan untuk pasar ekspor yang trennya terus menunjukkan grafik kenaikan. 

Angka ekspor lobster asal Indonesia terpantau melonjak dari yang tadinya sebesar 23,93 juta dolar AS dengan jumlah produksi 1.144 ton pada tahun 2023, merangkak naik hingga menyentuh 67,83 juta dolar AS dengan kuantitas produksi 2.120 ton pada tahun 2024.

Terkini