Menteri KKP: Pemulihan Mangrove Kunci Ketahanan Pangan

Senin, 27 Juli 2026 | 21:08:32 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa langkah rehabilitasi mangrove merupakan upaya krusial dalam memelihara produktivitas di sektor perikanan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan tanah air.

"Rehabilitasi mangrove tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi harus dilakukan berbasis kesesuaian ekologis, agar fungsi ekosistem benar-benar pulih," kata Trenggono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menteri Trenggono hadir pada puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Denpasar, Bali, Minggu (26/7). Pada momen tersebut, aksi penanaman mangrove dilaksanakan di wilayah Ekowisata Batu Lumbang, Denpasar.

Trenggono menyebutkan bahwa keperluan terhadap pangan, terutama sumber protein, bakal terus melonjak seiring pertambahan penduduk global yang diperkirakan menyentuh angka 9,66 miliar jiwa pada tahun 2050, termasuk di dalamnya berkisar 320,7 juta warga Indonesia.

Menurut dia, Indonesia mempunyai kedudukan yang strategis sebagai salah satu produsen perikanan utama dunia dengan kepemilikan sekitar 23 persen ekosistem mangrove global yang berfungsi besar untuk menopang produktivitas perikanan serta ketahanan pangan.

Namun, mengacu pada data dari KKP, Indonesia telah kehilangan kurang lebih 40 persen wilayah mangrove dalam tiga dekade terakhir, di mana laju kerusakannya menyentuh angka sekitar 52 ribu hektare per tahunnya. 

Di samping itu, sekitar 19,26 persen ekosistem mangrove di tanah air saat ini tengah berada dalam status kritis.

Padahal, lanjutnya, kawasan mangrove mempunyai andil strategis menjadi benteng wilayah pesisir, tempat hidup bermacam biota laut, penyokong mata pencaharian warga serta produktivitas perikanan, hingga penyerap karbon yang membantu meredam dampak perubahan iklim.

Untuk menyokong pemulihan ekosistem pesisir tersebut, KKP mematok target perluasan kawasan konservasi laut yang melingkupi ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun hingga menyentuh area 97,5 juta hektare pada tahun 2045 kelak. 

Tindakan ini dijalankan demi memelihara kelestarian sumber daya laut serta produktivitas perikanan tangkap.

Bukan hanya itu, KKP pun mengombinasikan rehabilitasi mangrove bersamaan dengan pembangunan area budi daya perikanan lewat program revitalisasi tambak kurang produktif di Pantai Utara (Pantura) Jawa untuk fase awal seluas 14 ribu hektare. 

Agenda ini dimaksudkan guna mengembalikan fungsi ekosistem pesisir, memacu hasil produksi perikanan, membuka lapangan kerja baru, dan menyokong ketahanan pangan.

Terkini