BI Beberkan Sektor Potensial Saat Kredit Perbankan Mulai Longgar

Rabu, 22 Juli 2026 | 02:05:01 WIB
Deputi Gubernur BI Destry Damayanti. (Foto: NET)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai perbankan masih memiliki peluang besar untuk mendongkrak penyaluran kredit ke beberapa sektor ekonomi. Hal ini sejalan dengan standar penyaluran kredit perbankan yang mulai melonggar.

Berdasarkan Survei Perbankan BI Triwulan II-2026, pihak perbankan memproyeksikan kebijakan standar penyaluran kredit pada kuartal III-2026 akan menjadi lebih longgar. 

Penurunan ini terlihat dari Indeks Lending Standard (ILS) yang merosot ke angka minus 2,25 pada kuartal III-2026, dari posisi 1,03 di kuartal II-2026.

Selain itu, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa tren penurunan suku bunga kredit saat ini ikut membuka kesempatan bagi perbankan dalam memperluas kucuran pembiayaan.

Di sisi lain, masih terdapat beberapa sektor ekonomi yang realisasi pertumbuhan kreditnya belum optimal sesuai potensi yang ada.

"Kalau kita lihat memang sekarang ini sudah mulai terjadi penurunan credit standard bank. Dengan tren suku bunga juga sudah mulai menurun di perbankan, kami melihat masih banyak sektor yang pertumbuhan kreditnya masih di bawah potensinya," ungkap Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Merujuk pada hasil asesmen BI, Destry memaparkan bahwa sektor-sektor yang dinilai masih memiliki ruang ekspansi kredit yang cukup lapang di antaranya adalah pertanian, perdagangan, pengangkutan, serta industri pengolahan.

Lebih mendalam ia menjelaskan bahwa khusus pada sektor pertanian, perdagangan, dan pengangkutan, jarak antara kebutuhan pembiayaan dan realisasi kredit (credit gap) tercatat masih relatif lebar. 

Situasi tersebut, menurut instansinya, menandakan peluang penyaluran kredit ke sektor ekonomi tersebut masih terbuka sangat lebar.

"Artinya sektor-sektor ini sebenarnya masih punya ruang untuk tumbuh, terutama kalau kita lihat di sektor pertanian, pengangkutan, dan perdagangan yang credit gap-nya itu masih besar. Jadi artinya ini masih mempunyai ruang untuk ditingkatkan kreditnya kepada sektor-sektor tersebut," tuturnya.

Pihak BI sendiri memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan di sepanjang tahun 2026 akan melaju di kisaran 8% sampai 12%. Target ini didukung oleh ketersediaan likuiditas perbankan yang cukup, pelonggaran kebijakan makroprudensial, serta tingginya potensi permintaan pembiayaan.

Hingga bulan Juni 2026, BI mencatat realisasi pertumbuhan kredit perbankan menembus 12,67% secara tahunan (year on year/yoy), mencatatkan kenaikan dari posisi Mei 2026 yang sebesar 11,51%.

Terkini