JAKARTA — Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Nagari sukses mengantongi laba bersih senilai Rp101,20 miliar hingga akhir Juni 2026.
Perolehan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 12,48% (year on year/YoY) jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp89,97 miliar.
Merujuk pada publikasi laporan keuangan yang dirilis di harian Bisnis Indonesia edisi Rabu (22/7/2026), lonjakan laba bersih pada paruh pertama tahun 2026 ini disokong oleh pos pendapatan setelah distribusi bagi hasil.
Nilainya menanjak 16,10% (YoY) menjadi Rp167,19 miliar dari posisi semester I/2025 yang sebesar Rp144,00 miliar.
Kinerja positif ini juga dipicu oleh kontribusi pendapatan komisi serta pendapatan lainnya. UUS Bank Nagari melaporkan bahwa pendapatan komisi mereka melonjak 39,11% (YoY) menjadi Rp1,50 miliar, sementara pendapatan lainnya meroket tajam sebesar 367,81% (YoY) menyentuh angka Rp27,18 miliar.
Peningkatan performa keuangan perseroan pun terlihat pada pos laba operasional. Sampai dengan Juni 2026, keuntungan operasional UUS Bank Nagari terkerek 12,05% (YoY) menjadi Rp101,20 miliar, naik dari posisi Juni 2025 yang berada di angka Rp90,31 miliar.
Di samping itu, mereka juga berhasil menorehkan laba non-operasional senilai Rp35,00 juta pada semester I/2026, membalikkan keadaan setelah sempat menanggung rugi Rp342,00 juta pada masa yang sama tahun lalu.
Meninjau dari pilar pembiayaan, UUS Bank Nagari menggelontorkan total pembiayaan bagi hasil mencapai Rp1,09 triliun. Angka ini melesat signifikan 30,38% (YoY) dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu yang berada di posisi Rp843,10 miliar.
Pada saat yang bersamaan, dana simpanan wadiah milik perseroan melonjak drastis hingga 68,67% (YoY), dari Rp224,29 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp378,32 miliar pada Juni 2026.
Tren pertumbuhan juga diikuti oleh dana investasi non profit sharing yang menguat sebesar 5,28% (YoY) menjadi Rp4,89 triliun per akhir Juni 2026.
Terkait aspek kualitas aset, UUS Bank Nagari mencatatkan rasio NPF gross pada level 2,31%, mengalami kenaikan dari posisi semester I/2025 yang berada di angka 1,30%. Sejalan dengan hal tersebut, rasio NPF net turut merangkak naik dari posisi 0,44% menjadi 0,69%.