Atasi Macet Gilimanuk, Pemerintah Siap Uji Coba Solusi

Senin, 20 Juli 2026 | 02:32:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pemerintah kini telah bersiap menguji coba beberapa jalan keluar demi mengatasi persoalan macet di Pelabuhan Gilimanuk.

“Kasus kemacetan saat arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi studi kasus yang sangat serius dan saat ini sedang dicarikan solusi, bahkan sejumlah langkah sudah siap untuk diuji coba,” ucap Menko AHY.

Dalam agenda Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar hari Senin, AHY menjabarkan terlebih dahulu bahwa aspek infrastruktur serta konektivitas memegang peranan krusial bagi kemajuan Bali. 

Fasilitas yang tangguh sekaligus berkelanjutan dipercaya mampu menghadirkan kesempatan ekonomi yang baru, sehingga penanganan macet di Pelabuhan Gilimanuk yang rutin terjadi tiap musim liburan menjadi salah satu fokus utama.

“Bagaimana mengurai kemacetan yang terjadi di masa Natal dan tahun baru dan di masa Lebaran kemarin, terutama ketika berhimpitan antara Hari Raya Nyepi dengan mudik Lebaran, nah ini jangan sampai terulang kembali sekian puluh kilometer terjadi kemacetan kebuntuan,” ujar Menko Infrastruktur.

Tindakan yang mesti diambil pemerintah dalam periode dekat ini minimal berupa perluasan daya tampung pelabuhan, termasuk mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai area penyokong. 

Selain itu, manajemen rekayasa arus kendaraan juga amat dibutuhkan supaya tidak terjadi stagnasi total yang berisiko membuat warga kelelahan hingga memicu insiden kecelakaan.

“Yang pertama adalah meningkatkan kapasitas pelabuhan, baik di Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk, kemudian mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang,” kata Menko Infrastruktur.

Bukan itu saja, daya angkut kapal penyeberangan yang dikelola oleh ASDP ataupun pihak operator swasta bakal ditambah, baik dari segi kuantitas kapal maupun volume ukurannya.

“Saat kemacetan parah pada masa Lebaran lalu sempat diterapkan sistem TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat), mekanisme ini juga terus dievaluasi sebagai bagian dari penyempurnaan kebijakan,” ucapnya.

Di luar upaya taktis jangka pendek tersebut, pihak eksekutif ke depannya bakal membangun konektivitas yang jauh lebih terintegrasi lewat skema transportasi multimoda sebagai target jangka panjang. 

Rangkaian jalan keluar ini disebutnya tidak cuma berfokus pada Pelabuhan Gilimanuk di Bali saja, tetapi diterapkan juga untuk Pelabuhan Ketapang agar daya tampung kedua titik tersebut sama-sama meningkat.

“Kombinasi seluruh langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menghambat mobilitas manusia, barang, dan jasa, sekaligus mencegah berbagai dampak lain seperti kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan masyarakat akibat antrean panjang,” ujar Menko Infrastruktur.

Terkini