JAKARTA — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mematok sasaran ekspansi ke pasar India serta kawasan Eropa guna merealisasikan pengapalan ekspor minyak nilam yang dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2027 mendatang.
Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min mengemukakan bahwa pihaknya membidik pasar India lantaran negara tersebut mencatatkan tingkat kebutuhan yang amat masif terhadap minyak nilam sebagai komponen dasar pembuatan bahan-bahan fragrance atau wewangian.
“Nah pasar yang kami target sekarang adalah pasar dari India. Kenapa? Karena India sendiri dari data impor yang kami terima mereka membeli kurang lebih 900 ton. Sehingga kami mempunyai keyakinan untuk bisa menjual ke India lebih banyak, ” ujarnya dalam Acara Public Expose Live 2026, Jumat (11/09/26).
Sementara itu, untuk destinasi target ekspor sekunder, perseroan membidik Benua Eropa yang juga dikenal luas sebagai kawasan pengguna aktif minyak nilam sebagai bahan baku industri wewangian premium.
Guna menggarap pasar India, Siu Min menambahkan bahwa pihak korporasi telah melawat lewat rangkaian roadshow langsung ke India guna menjumpai sejumlah distributor lokal, sekaligus merajut aliansi strategis bersama salah satu pemain distribusi berskala besar di sana. Di sisi lain, perseroan pun telah terkoneksi dengan jejaring penyedia pasokan (supplier) di Eropa.
Langkah ekspansi SMLE ke ranah komoditas minyak nilam ini telah dirintis melalui skema kolaborasi bersama PT Kencana Alam Sakti (KAS) sejak pengujung tahun lalu. Terkait progres perkembangannya, KAS terpantau tengah mengembangkan fasilitas pabrik di wilayah Gresik, sekaligus memproyeksikan penambahan dua unit pabrik anyar pada tahun depan guna menggenjot kapasitas produksi hingga kisaran 100 sampai 400 ton dalam periode setahun penuh.
“Tahun depan mereka berencana menambah dua unit. Sudah dipersiapkan dengan kapasitas 100-400 ton minyak nilam selama satu tahun,” ujar Siu Min.
Infrastruktur pabrik tersebut diprediksikan bakal mulai beroperasi memproduksi barang pada penghujung tahun, sehingga pada kurun 2026 berlanjut 2027 diharapkan sudah dapat mengeksekusi lini penjualan produk minyak nilam yang memenuhi standar mutu internasional.
Manajemen menaruh asa besar bahwa komoditas minyak nilam ini ke depannya bakal bertransformasi menjadi pilar lini bisnis anyar yang mampu mendongkrak perolehan tingkat profitabilitas yang lebih menjanjikan bagi perusahaan.
“Jadi harapan kami minyak nilam ini akan menjadi salah satu lini baru di SMLE untuk bisa mendapatkan profitabilitas yang lebih tinggi,” ujarnya.