JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memotivasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengoptimalkan keahlian promosi agar barang buatan lokal sanggup bersaing menghadapi gempuran komoditas asing di pasar nasional.
Budi berpandangan bahwa barang impor yang beredar di tanah air tidak selamanya mempunyai mutu yang lebih unggul daripada produk buatan dalam negeri. Berdasarkan pandangannya, komoditas asing sering kali menang dari segi teknik pemasaran serta promosi berkat sokongan pendanaan yang lebih kuat.
"Produk asing itu karena dia pintar promosi. Banyak produk asing karena promosinya bagus, dia bisa menguasai pasar Indonesia," kata Budi di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Budi menjelaskan bahwa standar mutu barang menjadi faktor mutlak bagi UMKM agar keluar sebagai pemenang dalam kompetisi pasar. Kendati demikian, komoditas yang bermutu tinggi tidak akan tumbuh secara maksimal tanpa diimbangi keahlian memasarkan barang kepada khalayak luas.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa para pelaku usaha perlu memaksimalkan kemajuan teknologi digital guna memperkokoh strategi promosi serta memperluas cakupan wilayah pemasaran.
Keahlian tersebut dinilai krusial supaya produk lokal bukan sekadar mampu bertahan di dalam negeri, melainkan turut mempunyai kesempatan besar untuk menembus pangsa pasar global.
Selain itu, Budi turut memotivasi sektor UMKM supaya memanfaatkan sarana digital agar barang dagangan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Menurutnya, kemampuan menciptakan tren viral di tengah publik terbukti efektif mendongkrak angka penjualan.
Di sisi lain, pemerintah konsisten menggalakkan program perlindungan pasar domestik melalui penyediaan ruang yang lebih luas bagi komoditas lokal dan UMKM untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri yang sangat masif.
Oleh sebab itu, Budi mengimbau para pelaku usaha agar tidak hanya berfokus memperbaiki kualitas barang semata, melainkan juga wajib memperkuat taktik pemasaran dan promosi.
"Pasar yang besar ini coba kami isi dengan produk-produk lokal, produk-produk UMKM kami. Syaratnya punya daya saing dan harus pintar jualan," ujarnya.