JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total wilayah lahan yang mengalami kebakaran di wilayah Kalimantan serta Sumatra mencapai angka 72.008 hektare. Di sisi lain, keseluruhan luasan lahan terbakar yang berhasil dipadamkan telah mencapai 71.274,29 hektare.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa data tersebut tercatat per hari Senin (7/9/2026), yang mencakup sejumlah daerah meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, hingga Jambi.
"Per hari ini untuk provinsi yang lahan gambut: Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, itu yang terbakar 72.008 hektare. Kemudian, yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare.
Yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare," katanya saat konferensi pers di Graha Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Suharyanto menerangkan bahwa data tersebut berpotensi mengalami penambahan seiring dengan kegiatan patroli yang dilakukan oleh para petugas di lapangan.
Menurutnya, proses pemadaman pada area lahan gambut harus terus diawasi secara berkala mengingat adanya kemungkinan titik api yang kembali muncul pascalangkah pemadaman.
Pengawasan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan patroli darat serta pemantauan satelit dari Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Nah, dari fire spot itu mudah-mudahan turun ini. Tapi kadang-kadang juga bisa naik. Kenapa? Karena ada titik api yang baru, atau yang kebakaran kemarin yang sudah padam itu membara lagi. Itu memang susahnya lahan gambut. Tetapi ini kami pantau terus, dan seluruh Indonesia untuk yang lahan gambut, tidak sampai 1.000 hektare, itu 734,81 hektare," ujarnya.
Lebih lanjut, di samping peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Kalimantan dan Sumatra, Suharyanto turut memaparkan insiden kebakaran di Kalimantan Timur tepatnya pada area sekitar IKN seluas 458 hektare yang saat ini tengah ditangani.
Sementara itu, untuk kejadian kebakaran yang sempat melanda kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur seluas 2,5 hektare, kawasan Gunung Butak di Jawa Timur seluas 16,5 hektare, serta wilayah Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat seluas 223,5 hektare, seluruhnya telah berhasil dipadamkan.
"Dan yang ada satu tempat pembuangan akhir sampah di Solo, Putri Cempo, seluas 4,6 hektare, ini sedang dilakukan pemadaman. Jumlahnya adalah 705,1 hektare. Tetapi yang 705,1 hektare ini karena bukan lahan gambut, itu kami memadamkannya lebih mudah," ucapnya.