JARR — Buy di Rp3.310-Rp3.330, target harga Rp3.400-Rp3.450, SL Rp3.130.
GULA — Buy di Rp790-Rp800, target harga Rp810-Rp820, SL Rp745.
ARTO — Buy di Rp1.015-Rp1.025, target harga Rp1.050-Rp1.075, SL Rp960.
GZCO — Buy di Rp200-Rp204, target harga Rp210-Rp216, SL Rp190.
SIMP — Buy di Rp645-Rp655, target harga Rp665-Rp680, SL Rp610.
IHSG Stagnan, Asing Jual Saham Rp326 Miliar
Pasar modal domestik bergerak tanpa arah jelas pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,06% ke level 6.595,78, meski sejumlah saham unggulan mencetak penguatan.
Saham DCII melonjak 4,08%, BBCA menguat 1,14%, dan BELI terbang 24,54%. Tekanan datang dari BYAN yang turun 2,49%, AMMN melemah 2,06%, serta ASII terkoreksi 1,63%.
Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) Rp235,16 miliar di pasar reguler dan Rp326,64 miliar di seluruh pasar. Enam dari sebelas sektor saham berakhir di zona merah, dengan Basic Materials paling tertekan turun 1,34%, sementara Technology justru menguat 3,74%.
Wall Street Menguat, Bursa Asia Menanti Kejelasan Aturan LPS
Pergerakan indeks domestik terjadi di tengah penguatan bursa saham Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,56% ke 53.061, S&P 500 menguat 0,46% ke 7.666, dan Nasdaq bertambah 0,45% ke 26.217.
Pelaku pasar masih mencermati penundaan penghapusan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan itu sebelumnya dijadwalkan berlaku 7 September, tetapi ditunda hingga pekan ketiga atau keempat September 2026.
Indeks saham Indonesia yang diperdagangkan di luar negeri turut menghijau. ETF EIDO naik 0,54%, sedangkan MSCI Indonesia menguat 0,25%.
Kinerja Tambang dan Aksi Korporasi Lainnya
PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat produksi batu bara 3,33 juta ton hingga Juli 2026, melampaui target 3,16 juta ton dan naik dari 2,90 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya. Volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) mencapai 21,01 juta BCM, juga di atas target 19,13 juta BCM. Pencapaian ini ditopang cuaca tambang yang mendukung dan tambahan volume dari klien utama, PT Kideco Jaya Agung.
Di sisi lain, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berencana menerbitkan 218,09 juta saham baru Seri B melalui private placement. Harga pelaksanaan Rp325 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp70,88 miliar. Saham tersebut akan digunakan untuk melunasi utang kepada HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited. Aksi ini diproyeksikan menurunkan total kewajiban APEX kepada kreditor sindikasi luar negeri dari US$36,25 juta menjadi US$8,67 juta, dan menunggu persetujuan RUPSLB pada 7 Oktober 2026.