BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Keluarga Hartono Raih Rp1,69 T

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Keluarga Hartono Raih Rp1,69 T
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali menyalurkan dividen interim kepada para pemegang saham. Dari total dividen interim kuartal III tahun buku 2026 senilai Rp3,07 triliun, sekitar Rp1,69 triliun berpotensi jatuh ke tangan pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Dwimuria Investama Andalan.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham BCA, PT Dwimuria Investama Andalan tercatat memegang 67,73 miliar saham atau setara dengan kepemilikan 54,942%. 

Melalui porsi tersebut, entitas pengendali ini berhak menerima sekitar 54,942% dari keseluruhan dividen interim yang dibagikan oleh BCA. Sebagai catatan, Dwimuria Investama Andalan merupakan sarana investasi yang dikelola oleh keluarga Hartono, yaitu Robert Budi Hartono beserta Bambang Hartono.

Sementara itu, sisa dividen sekitar Rp1,37 triliun akan dibagikan kepada para pemegang saham publik. Porsi masyarakat tercatat mencapai sekitar 44,642%, yang terdiri dari masyarakat warkat sebesar 2,508% serta masyarakat nonwarkat sebesar 42,134%.

BCA sebelumnya telah mengumumkan rencana pembagian dividen interim kuartal III tahun buku 2026 dengan nominal Rp3,07 triliun. Langkah ini menjadi realisasi kedua dari rencana perseroan untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan bahwa penyaluran dividen tersebut memperhitungkan kondisi permodalan yang kuat, likuiditas yang mencukupi, ekspansi bisnis bank maupun anak usaha, serta kualitas aset yang tetap terjaga.

“Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026. Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026,” ujar Hendra.

Pemberian dividen ini berlangsung seiring dengan performa BCA yang terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juni 2026, total pembiayaan BCA tercatat meningkat 8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.036 triliun, sekaligus mencetak sejarah pertama kalinya menembus level Rp1.000 triliun.

Ekspansi pembiayaan tersebut ditopang oleh perolehan dana murah giro serta tabungan (CASA) senilai Rp1.082 triliun atau mengalami pertumbuhan 10,2% secara tahunan. 

Di samping itu, perolehan laba bersih BCA beserta entitas anak selama semester I 2026 tercatat menyentuh angka Rp29,5 triliun. Adapun jadwal pencairan dividen interim kuartal III tahun buku 2026 ini ditetapkan pada tanggal 16 September 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index