Pemerintah Tetapkan Enam Titik Prioritas untuk Penanganan Karhutla

Pemerintah Tetapkan Enam Titik Prioritas untuk Penanganan Karhutla
Kabinet menetapkan enam provinsi di kawasan Kalimantan serta Sumatra sebagai daerah fokus utama dalam penanggulangan darurat kebakaran hutan. (Foto: NET)

JAKARTA - Kabinet menetapkan enam provinsi di kawasan Kalimantan serta Sumatra sebagai daerah fokus utama dalam penanggulangan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung belakangan ini. 

Keenam daerah fokus tersebut meliputi Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Selatan, beserta Jambi. 

Keputusan penentuan skala prioritas tersebut diambil menyusul proyeksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengestimasi puncak ancaman karhutla bakal terjadi pada Agustus sampai September 2026.

“Pemantauan dan pengawasan ketat di daerah menjadi krusial untuk mencegah eskalasi titik api dan dampak lingkungan yang lebih luas,” jelas Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Pada penjelasannya, peralihan musim kemarau membuat pergerakan angin dominan bertiup dari tenggara menuju barat, sehingga memicu potensi dorongan sebaran asap hingga menembus batas teritorial antarnegara. 

Bahaya tersebut semakin diperberat seiring proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El-Nino yang diestimasikan bertahan hingga awal 2027.

Situasi cuaca yang jauh lebih kering dengan durasi panjang membuat penguasa menetapkan operasi satuan tugas darat sebagai tombak utama demi menekan luas wilayah lahan yang terbakar di lapangan.

“Sejak 6 Agustus terlihat adanya sebaran asap yang sudah melewati batas negara Indonesia - Malaysia,” jelas Bakom RI.

Penentuan operasi darat sebagai tumpuan utama diambil mengingat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa dimaksimalkan hingga pengujung Agustus akibat minimnya pertumbuhan awan hujan. 

Guna memperkuat pergerakan regu darat, pihak berwenang turut menyiagakan 38 armada udara yang berisikan 13 helikopter patroli dan 25 unit water bombing di seluruh wilayah rawan bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index