Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima Logistik dari TNI AU dan DKI

Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima Logistik dari TNI AU dan DKI
Penyerahan secara simbolis bantuan logistik sebanyak 34.4 Ton dari TNI Angkatan Udara di Pos Dukungan Logistik Nasional Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT, BaseOps Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (20/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperoleh total pasokan logistik seberat 34,38 ton dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) beserta berbagai kiriman bantuan dari Pemprov DKI Jakarta demi mengoptimalkan penanganan darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, lewat keterangan resminya di Jakarta pada hari Jumat, menyampaikan bahwa uluran tangan kemanusiaan tersebut disalurkan melalui Pos Dukungan Logistik Nasional Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Jakarta.

"Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan berbagai unsur lainnya dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara cepat dan tepat sasaran," kata dia.

BNPB mengonfirmasi bahwa bantuan dari TNI AU yang menyentuh angka 34,38 ton diserahkan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Tonny Harjono kepada Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, sekitar 17 ton yang mencakup paket sembako, beras, terpal, serta pakaian telah dikirimkan menuju titik lokasi bencana, sementara sisanya yang sebesar 17,38 ton diamankan sebagai persediaan cadangan di Depot Pembekalan Material (DAAU).

Di waktu yang bersamaan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyerahkan bantuan logistik secara langsung. Bantuan antarkelembagaan dari lingkup Pemprov DKI itu meliputi pemenuhan unsur pangan, sanitasi, kebutuhan khusus anak, hingga alat-alat kesehatan.

Secara rinci, bantuan tersebut terdiri atas pasokan dari BPBD DKI Jakarta berupa 1.750 paket makanan siap saji, biskuit, air mineral, serta 4.000 unit perlengkapan yang mencakup kasur, bantal, selimut, family kit, terpal, karung, serta kidsware.

Dinas Sosial DKI Jakarta menyalurkan 1.350 unit air mineral bersama paket makanan, serta 1.000 lembar terpal atau tenda gulung. Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan sokongan medis berupa 500 kolf infus NaCl, 500 kolf infus Ringer Laktat (RL), 500 kolf infus D40, serta 50 botol antiseptik Betadine ukuran 15 ml.

Baznas DKI Jakarta turut menyuplai bantuan logistik bernutrisi yang terdiri atas 75 karton sarden, 75 karton kornet, 50 karton biskuit bayi, 50 karton bubur bayi, 50 karton bubur instan, 50 karton mi instan, serta 150 karton rendang.

Di samping itu, PAM Jaya mengerahkan 200 unit penampungan air (toren) berkapasitas 300 liter demi menjamin ketersediaan air bersih bagi warga.

Seluruh armada pengangkut beserta personel pendukung disiagakan secara penuh guna menjamin proses distribusi bantuan berlangsung lancar, transparan, serta tepat sasaran sampai masa tanggap darurat berakhir.

Berkenaan dengan hal tersebut, Berton memastikan bahwa seluruh armada angkut dan personel pendukung dikerahkan secara siaga guna menjamin kelancaran mobilisasi dan distribusi bantuan.

"Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok kemanusiaan sekaligus memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan," kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index