Kinerja Solid Badak LNG Perkuat Ekonomi Lokal di Tengah Tantangan

Kinerja Solid Badak LNG Perkuat Ekonomi Lokal di Tengah Tantangan
PT Badak NGL atau Badak LNG. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Badak NGL atau Badak LNG memacu penguatan ekonomi warga di sekitar daerah operasional lewat Program Semai Bumi di wilayah HOP 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur. 

Inisiatif yang dikerjakan bersama Kelompok Tani Karya Bersama tersebut difokuskan guna mendongkrak produktivitas lahan di samping menekan ongkos produksi. 

Melalui cara itu, para petani diharapkan mendapat ruang yang lebih luas untuk menaikkan penghasilan serta memajukan usaha tani secara berkelanjutan.

Salah satu kendala yang selama ini dihadapi petani yaitu keterbatasan air, khususnya ketika musim kemarau. Demi mengatasi persoalan tersebut, Badak LNG mendirikan sumur bor yang memungkinkan aktivitas budidaya terus berlangsung sepanjang tahun. 

Sistem irigasi itu dilengkapi panel surya guna menggerakkan genset. Pemanfaatan energi surya diharapkan mampu memangkas pemakaian bahan bakar sekaligus menekan biaya operasional pengairan yang menjadi salah satu komponen ongkos produksi petani.

Selain pengairan, Badak LNG memasang light trap pada 17 titik guna membantu mengendalikan serangan hama. Perangkat yang memakai panel surya tersebut membuat petani bisa mengurangi penggunaan bahan kimia di dalam proses budidaya.

Kelola Lahan 8,8 Hektare

Program Semai Bumi kini mencakup pengelolaan lahan hortikultura seluas 8,8 hektare yang diurus 17 anggota Kelompok Tani Karya Bersama. 

Beragam komoditas dibudidayakan pada kawasan itu, antara lain gambas, pare serta terong. Peningkatan produktivitas lahan diharapkan bukan cuma mendongkrak hasil panen, melainkan juga memperbesar potensi pendapatan petani.

Badak LNG turut merangsang efisiensi biaya lewat pemanfaatan sumber daya lokal serta limbah sebagai input pertanian. Sisa hasil pertanian dan peternakan diolah menjadi pupuk kompos. 

Sementara limbah perikanan dari Kelompok Berkah Lautan Berjaya, salah satu mitra binaan Badak LNG, digunakan menjadi produk asam amino atau Amigrow bagi tanaman. 

Kalsium silikat yang bersumber dari limbah internal perusahaan pun dimanfaatkan guna membantu menetralkan pH tanah, menyediakan unsur hara kalsium dan memperkuat jaringan tanaman. 

Model tersebut memungkinkan sebagian keperluan input pertanian dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat. Dengan demikian, petani sanggup menekan ketergantungan terhadap input dari luar sekaligus memangkas ongkos produksi.

Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho menilai, perkembangan kawasan pertanian HOP 7 menampakkan hasil yang signifikan. 

“Sebetulnya sangat-sangat surprise. Belum ada satu tahun sejak saya ke sini, melihat perkembangannya luar biasa, melihat jenis variasi yang ditanam itu sedemikian masif. Dan hari ini, saya bisa memetik hasil atau produk hortikultura dari teman-teman yang menanam di area ini,” kata Feri melalui keterangannya Selasa (18/8/2026).

Menurut Feri, optimalisasi lahan lewat pengembangan hortikultura berpotensi menaikkan penghasilan serta kesejahteraan petani. Bukan hanya dari sisi pendapatan petani, peningkatan produksi hortikultura pun berpotensi menyajikan dampak ekonomi yang lebih luas lewat tambahan pasokan pangan bagi warga Kota Bontang.

Badak LNG Kejar Efisiensi dan Produktivitas

Bagi Badak LNG, pengembangan ekonomi warga lewat Program Semai Bumi sejalan dengan usaha perseroan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas di sekitar daerah operasional.

Pendekatan yang dipakai bukan cuma berupa bantuan sarana produksi, melainkan juga mengarah pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya dan pemanfaatan sumber daya lokal. Di sisi lain, kinerja operasional Badak LNG pun memperlihatkan capaian positif sepanjang 2025.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Badak LNG membukukan produksi LNG sebesar 7.122.857 meter kubik. Produksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) pun mencapai 197.496 meter kubik. 

Realisasi tersebut ditopang kemampuan kilang memproses feed gas 14,23% lebih tinggi jika dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Walhasil, produksi LNG Badak LNG tercatat 15,83% di atas target perusahaan.

President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin mengemukakan capaian itu memperlihatkan ketahanan operasional perseroan di tengah tantangan pasokan gas dari hulu serta dinamika industri energi global. 

“Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid,” ujar Achmad dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Dengan kinerja operasional yang tetap terpelihara, Badak LNG pun berupaya memperluas dampak ekonomi perseroan lewat pemberdayaan masyarakat. 

Program Semai Bumi menjadi salah satu instrumen guna membangun multiplier effect di tingkat lokal, mulai dari peningkatan produktivitas lahan, efisiensi ongkos produksi, peningkatan pendapatan petani hingga potensi penguatan pasokan pangan di Bontang. 

Ke depan, pengembangan model pertanian berbasis teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan dari eksistensi industri di wilayah tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index