JAKARTA - Pemain sayap AC Milan, Samuel Chukwueze, secara terbuka mengungkapkan isi hatinya selepas mendapatkan peran serta posisi baru di bawah asuhan sang juru taktik, Ruben Amorim. Winger asal Nigeria tersebut tampak mengalami perubahan posisi bermain ketika AC Milan sukses menaklukkan Manchester United dengan skor meyakinkan 4-2 di Stadion Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada hari Sabtu (15/8/2026).
Dalam pertandingan persahabatan tersebut, pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, menerapkan formasi andalannya yakni 3-4-2-1 dengan menyertakan sejumlah eksperimen taktik yang cukup mengejutkan.
Eksperimen Posisi Pemain ala Amorim
Filippo Terracciano yang selama ini lebih akrab bermain sebagai seorang bek kanan dalam skema empat bek, digeser posisinya menjadi bek tengah kanan dalam formasi tiga bek sejajar. Di samping itu, Amorim juga memberikan kepercayaan kepada pemain muda berbakat, Alphadjo Cisse, untuk melakukan tusukan-tusukan berbahaya sebagai bagian dari dua posisi gelandang serang yang berada persis di belakang penyerang utama AC Milan, Goncalo Ramos.
Perubahan peran yang paling mencolok justru diberikan kepada Samuel Chukwueze, di mana sang pemain diposisikan oleh Amorim untuk mengisi pos sebagai bek sayap kanan. Semenjak pertama kali didatangkan oleh AC Milan dari klub Villarreal pada bursa transfer musim panas 2023 yang lalu, pemain yang satu ini hampir selalu diturunkan murni sebagai seorang penyerang sayap kanan.
Eksperimen taktik yang diracik oleh Amorim dengan menempatkan sang pemain di posisi tersebut ternyata berbuah manis di lapangan. Selain sukses mencatatkan namanya di papan skor sebagai pencetak gol pertama tim, Chukwueze juga bertindak sebagai kreator utama di balik torehan gol yang dicetak oleh Alphadjo Cisse.
Peran krusial Chukwueze kembali terlihat pada proses terciptanya gol ketiga Rossoneri yang dicetak oleh Goncalo Ramos, lewat kiriman umpan silang akurat yang dilepaskannya. Merujuk pada laporan yang dilansir dari SempreMilan, Chukwueze mengaku merasa sangat senang dengan peran dan posisi barunya tersebut. Ia menyatakan siap untuk terus bekerja berkesinambungan serta beradaptasi sepenuhnya dengan tuntutan taktik baru itu.
“Ya, meskipun ini adalah posisi yang menuntut saya untuk beradaptasi karena saya belum pernah bermain di posisi ini sepanjang karier saya," ungkapnya.
"Sebagai pesepak bola, jika pelatih ingin Anda bermain di posisi tersebut, Anda harus melakukannya dengan keyakinan pada diri sendiri dan pada pelatih, karena dia tahu apa yang diinginkannya."
“Jadi, saya hanya perlu terus bekerja keras serta percaya pada diri sendiri dan kemampuan saya untuk melakukannya. Bagi saya, ini adalah kesempatan yang harus saya manfaatkan."
"Saya tahu ini tugas yang sulit, tetapi saya percaya pada diri sendiri. Saya tahu saya bisa melakukannya, saya mampu melakukan apa saja," imbuh Chukwueze.
Kata Chukwueze soal Ruben Amorim
Selain mengungkapkan rasa bahagianya atas peran baru yang diemban, Chukwueze juga mengaku bahwa dirinya memiliki jalinan koneksi yang sangat baik dengan Ruben Amorim selaku pelatih kepala. Situasi positif ini tercipta karena mantan juru taktik Manchester United tersebut telah memberikan kesempatan berharga yang menjadi keuntungan besar bagi pemain berusia 27 tahun itu, khususnya setelah ia kembali dari masa peminjamannya di klub Liga Inggris, Fulham.
“Amorim pelatih yang hebat. Dia memercayai saya, jadi dia memberi saya kesempatan. Kini giliran kami untuk memanfaatkannya," tutur Chukwueze.
"Dia memberikan kepercayaan kepada kami, dan menurut kami, kami harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan sekali seumur hidup ini untuk kembali ke Milan setelah masa peminjaman kami.”
“Dia juga membantu kami. Setiap kali kami melakukan kesalahan, dia berkata kepada kami, ‘Oh, Chukwueze, ini yang harus kamu lakukan.’ Jadi, menurut kami, kemampuan kami akan meningkat sebelum musim dimulai," tambahnya.