Apple Kirim Peringatan Spyware ke Pengguna di Lebih dari 150 Negara Dunia

Apple Kirim Peringatan Spyware ke Pengguna di Lebih dari 150 Negara Dunia
Perusahaan Apple. (Foto: NET)

JAKARTA - Apple diinformasikan baru saja mengirimkan pemberitahuan kepada sejumlah pemakai perangkat buatannya bahwa mereka menjadi sasaran serangan perangkat lunak pengintai yang secara sembunyi-sembunyi merampas data beserta informasi krusial lainnya melalui gawai.

Pesan peringatan itu adalah segmen layanan Apple yang secara rutin memberitahukan pengguna, baik ponsel, tablet maupun perangkat komputer, apabila sistemnya benar-benar mengenali perangkat lunak pengintai pada gawai yang tertaut.

Engadget, Jumat (14/8), melaporkan seorang pakar senior dari Pusat Penelitian Ancaman Digital Universitas Toronto John Scott-Railton baru saja menyatakan apabila pemberitahuan itu sungguh-sungguh diterima pengguna gawai Apple ada baiknya pengguna menanggapinya dengan serius.

Dia menanggapi langkah Apple yang telah mengirimkan notifikasi mengenai spyware pada Kamis (13/8) waktu setempat kepada pengguna yang berada di 110 negara.

Dalam laporan TechCrunch hingga Jumat (14/8), Apple telah mengirimkan notifikasi tersebut kepada pengguna gawai besutannya di lebih dari 150 negara.

Perangkat lunak pengintai dijabarkan Apple dalam situs pendukungnya sebagai aplikasi yang mampu memata-matai target serta merampas informasi dan data vital dari gawai korbannya. Umumnya data tersebut diperjualbelikan perusahaan pengembangnya kepada pihak negara atau pemerintahan tertentu.

Sasaran dari perangkat lunak pengintai umumnya mencakup tokoh penting seperti wartawan, aktivis, pejabat politik, serta diplomat.

Dengan sasaran yang rumit itu, serangan perangkat lunak pengintai susah dikenali, memakan anggaran jutaan dolar, dan korban akan susah menghindar.

Salah satu contoh perangkat lunak pengintai yang pernah terbongkar ke khalayak dan terbukti sudah banyak memata-matai target penting adalah Pegasus yang diciptakan oleh perusahaan asal Israel. Keberadaannya terbongkar pada 2021 lewat inisiatif jurnalisme investigatif internasional yang dikenal sebagai Proyek Pegasus.

Kembali membahas temuan pemberitahuan perangkat lunak pengintai dari Apple, perusahaan mengakui bahwa hasil investigasinya "tidak akan pernah mencapai kepastian mutlak", tetapi, pemberitahuan yang mereka keluarkan adalah "peringatan dengan tingkat kepercayaan tinggi bahwa seorang pengguna telah menjadi target serangan spyware bayaran secara individual, dan harus ditanggapi dengan sangat serius".

Perusahaan tersebut mengungkapkan tidak sanggup menjabarkan bagaimana mereka menentukan siapa yang diserang sebab pelaku kejahatan mungkin memanfaatkan informasi tersebut guna menghindari deteksi pada masa depan.

Hanya karena seseorang memperoleh pemberitahuan bukan berarti informasi mereka telah dibobol, tetapi, hal itu berarti Apple mengenali aktivitas pada gawai mereka yang konsisten dengan serangan perangkat lunak pengintai.

Jika ada pengguna yang menerima pemberitahuan mengenai perangkat lunak pengintai, Apple menganjurkan penerima untuk menyalakan Lockdown Mode untuk menyalakan proteksi ekstrem pada gawai mereka.

Mode itu menghalangi sebagian besar lampiran pesan, panggilan FaceTime, undangan untuk layanan Apple, serta album foto bersama.

Perusahaan turut menganjurkan untuk memohon bantuan pakar dan menyebut salah satu organisasi nirlaba Acces Now yang menyuguhkan layanan bantuan darurat tanggap cepat Digital Security Helpline.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index