Target Prabowo: Renovasi Seluruh Sekolah Selesai Paling Lambat 2029

Target Prabowo: Renovasi Seluruh Sekolah Selesai Paling Lambat 2029
SEKOLAH AMBRUK DI KEBAYORAN LAMA [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan di Indonesia selesai direnovasi paling lambat pada tahun 2029. Program besar tersebut direncanakan akan terus dipercepat pelaksanaannya pada tahun 2027 dan 2028.

Prabowo menyatakan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat memperoleh tempat belajar yang aman serta layak. Komitmen tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan terkait Rancangan Undang-Undang APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kami akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, sekolah merupakan tempat penting bagi anak-anak Indonesia dalam membangun masa depan mereka. Kendati demikian, ia menilai bahwa saat ini masih terdapat sekolah dengan kondisi serta fasilitas yang kurang memadai, seperti atap yang bocor, dinding retak, ruang kelas yang tidak aman, hingga fasilitas toilet yang tidak layak. Prabowo menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh terus diwariskan.

"Program renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan akan terus dipercepat pada tahun 2027 dan 2028, paling lambat tahun 2029," ujarnya.

Prabowo menyebut bahwa program renovasi sekolah ini merupakan salah satu program terbesar dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, percepatan perbaikan fasilitas pendidikan menuntut adanya keberanian dalam membenahi tata kelola pendidikan. 

Ia pun menegaskan agar tidak ada lagi sekolah yang mengalami kerusakan atau roboh namun dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun, sehingga fasilitas pendidikan harus benar-benar diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.

Target Fasilitas Digital

Selain berfokus pada renovasi fisik, pihak pemerintah juga menyiapkan peningkatan fasilitas pembelajaran yang berbasis teknologi. Prabowo menargetkan agar setiap sekolah nantinya bisa memperoleh tiga hingga empat perangkat interactive flat panel (IFP) atau layar pintar interaktif pada akhir tahun 2026.

"IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar. Kami juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh," katanya.

Di samping itu, pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu memungkinkan guru yang memiliki kompetensi tinggi untuk tetap memberikan pengajaran kepada para siswa tanpa harus hadir secara langsung di lokasi sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyampaikan bahwa pemerintah akan berjuang agar sekolah negeri tidak lagi membebankan biaya kepada peserta didik. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya nyata untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Indonesia.

"Pemerintah juga akan memperjuangkan sekolah negeri tidak dipungut bayaran ini adalah cita cita pendiri pendiri bangsa kami pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan silahkan ke sekolah sekolah swasta yang hebat," ujar Prabowo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index