Presiden Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformasi Dibuat dalam 21 Bulan

Presiden Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformasi Dibuat dalam 21 Bulan
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto mengutarakan dalam kurun 21 bulan kabinet beroperasi, terdapat sejumlah 121 kebijakan-kebijakan transformatif yang sudah diaplikasikan pada pelbagai bidang demi menuntaskan persoalan-persoalan bangsa, khususnya yang semenjak puluhan tahun terbengkalai atau sukar diatasi. 

"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kami selesaikan. Artinya, kami bisa mengatakan bahwa kami telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). 

Pemimpin tertinggi itu kemudian menyambung para menteri di kabinet, yang mendampinginya di pemerintahan, bekerja giat, sampai beberapa di antara mereka ada yang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, serta menjalani operasi. 

"Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujar Presiden. 

Dari beberapa kebijakan transformatif yang diaplikasikan itu, Presiden Prabowo menuturkan beberapa kebijakan berkenaan kemandirian pangan, mencakup ihwal simplifikasi regulasi pupuk serta tarif pupuk yang sekarang jauh lebih murah. 

"(Ada) 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama kali harga pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat," kata Presiden Prabowo.

Kepala Negara menyambung pada bidang energi, pemerintah untuk perdana kalinya telah mewujudkan kemandirian bahan bakar minyak (BBM) kategori solar. 

"Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa 170 triliun rupiah, sekitar 9,5 miliar dolar AS tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ujar Presiden. 

Kemudian, Presiden pun mengemukakan ikrar makan bergizi telah dituntaskan oleh pemerintah, begitu pula bersama program-program hilirisasi serta bantuan-bantuan sosial yang telah direalisasikan di lapangan.

Pidato kenegaraan yang dipaparkan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI adalah rangkaian dari perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Rangkaian agenda sidang tahunan tersebut dibuka lewat pidato dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, berikutnya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR RI Puan Maharani, kemudian Pidato Kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sidang Tahunan MPR RI periode ini dihadiri Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin, lalu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pimpinan partai politik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index