Warga Jabar hingga Kaltim serbu panen kurma muda di Mojokerto

Warga Jabar hingga Kaltim serbu panen kurma muda di Mojokerto
Warga mengantre untuk mendapatkan kurma muda gratis yang dibagikan oleh pengurus Masjid Al-Mubarok di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto [FOTO: NET].

JAKARTA - Pohon kurma yang tumbuh subur di area halaman Masjid Al Mubarok, Kota Mojokerto tengah berbuah lebat dan memasuki masa panen. Sontak, warga pun rela mengantre sejak usai salat subuh demi mendapatkan buah kurma muda yang dibagikan secara gratis. 

Bahkan, terdapat pula warga dari provinsi Jawa Barat (Jabar) hingga Kalimantan Timur (Kaltim) yang turut serta ikut mengantre, sebab kurma muda tersebut dipercaya memiliki khasiat mujarab untuk membantu program hamil.

Bagus Putra Hardianto (30), salah seorang warga asal Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jabar, datang berkunjung dengan didampingi oleh sang istri tercinta. Mereka telah berangkat sejak hari Jumat (7/8/2026) dan menyempatkan diri menginap di kediaman saudaranya yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Keputusan perjalanannya menuju ke Mojokerto tersebut diakuinya sebagai salah satu bentuk ikhtiar atau usaha maksimal agar segera dikaruniai momongan.

”Ini baru pertama datang kemari. Bentuk ikhtiar ingin punya momongan. Sebelum ke sini sudah pernah beberapa kali ke dokter, tapi mungkin belum jodohnya,” ungkap Bagus, (9/8/2026).

Sementara itu, Diana (39), yang merupakan seorang warga asal Balikpapan, Kaltim, juga menunjukkan tekad serupa dengan rela datang jauh-jauh ke Mojokerto dengan penuh harapan bisa memperoleh bagian kurma muda gratis. Di usianya yang kini hampir memasuki kepala empat, ia bersama suaminya menyimpan asa besar untuk bisa dikaruniai seorang anak laki-laki.

Berkenaan dengan hal tersebut, Agung selaku perwakilan panitia pembagian kurma muda di Masjid Al Mubarok memberikan penjelasan bahwa pada momen panen kali ini terdapat sekitar 2.500 pieces buah kurma yang dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat umum. Proses pembagiannya sendiri telah dilangsungkan pada hari Minggu (9/8/2026) tepat seusai pelaksanaan ibadah salat subuh.

Perlu diketahui bahwa pohon kurma yang berdiri di lingkungan Masjid Al-Mubarok tersebut merupakan jenis kurma ajwa dan telah ditanam sejak 37 tahun yang lalu. Agung menuturkan bahwa pohon tersebut mulanya ditanam oleh seorang ulama setempat yang baru saja merampungkan hijrahnya dari Mekkah.

Sebelumnya, tercatat ada 4 bibit pohon kurma yang ditanam di area halaman masjid, namun karena adanya keperluan proyek perluasan area fasilitas parkir kendaraan, saat ini hanya menyisakan 1 batang pohon saja.

”Cerita dari cerita dulu, itu ada orang dari Kalimantan dapat petunjuk disuruh cari pohon kurma yang ada di Jawa Timur. Terus dia ke sini, ketemu pohon kurma ini. Lalu dia berpesan, suatu saat kurma ini bermanfaat bagi yang lain. Kami browsing-browsing, kurma itu juga bagus untuk program hamil yang bagus,” papar Agung, (9/8/2026).

Memasuki kisaran era tahun 2000-an, buah kurma muda yang dihasilkan dari pohon di masjid tersebut mulai banyak dicari oleh masyarakat luas sebagai salah satu alternatif ikhtiar dalam menjalankan program kehamilan. Pada kurun waktu tersebut, batang pohon kurma itu sudah tumbuh mencapai ketinggian sekitar 2 meter serta berbuah dengan sangat lebat.

Menyinggung soal tradisi pembagiannya, Agung menegaskan bahwa pembagian kurma muda ini hanya akan dilakukan manakala pohon sedang dalam kondisi berbuah.

”Jadi tidak bisa dipastikan dibagikan tiap tahun. Kalau berbuah ya berbuah, kalau tidak ya tidak. Setahun kadang bisa 3 kali, kadang 2 tahun tidak berbuah. Jadi tidak diprediksi. Jadi tahun ini sendiri sudah ke-4 ini,” kata Agung menjelaskan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index