Jelang DC Open, Ben Shelton Frustrasi meski Raih Musim Terbaik

Jelang DC Open, Ben Shelton Frustrasi meski Raih Musim Terbaik
Petenis asal Amerika Serikat, Ben Shelton. (Foto: NET)

JAKARTA - Petenis asal Amerika Serikat, Ben Shelton, mengungkapkan bahwa dirinya masih memendam rasa kecewa terhadap beberapa elemen dari performanya di sepanjang musim 2026, walaupun ia telah mengukir rekor personal terbaik lewat torehan tiga titel di level tur ATP.

Shelton, yang saat ini menduduki peringkat keenam dunia—hanya selisih satu tangga dari posisi tertinggi yang pernah dicapainya—tengah bersiap menghadapi laga pembuka rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Serikat, ATP 500 Mubadala DC Open 2026.

"Ini menjadi musim yang aneh bagi saya tahun ini. Banyak hal positif, banyak juga hal negatif," ucap Shelton dalam sesi jumpa pers menjelang turnamen seperti dilansir dari ATP, Senin (27/7/2026). 

"Saya sudah memenangkan lebih banyak gelar dalam satu tahun dibanding sebelumnya, dan musim ini baru berjalan setengah jalan. Pada saat yang sama, ada banyak hal yang membuat saya frustrasi dan kecewa dengan permainan saya."

Merujuk pada data menang-kalah ATP, pemain yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut mengantongi 25 kemenangan dan 11 kali kalah di sepanjang musim ini. 

Kendati tampil impresif dengan menyabet trofi juara di Dallas, Munich, dan Stuttgart, Shelton dinilai belum sanggup memperlihatkan stabilitas performa ketika berlaga di sejumlah ajang berskala besar.

Langkahnya terhenti di babak pertama Wimbledon dan ia hanya mampu melaju hingga putaran kedua di Roland Garros. Sementara dari empat turnamen ATP Masters 1000 yang ia ikuti tahun ini, ia tercatat baru mengemas satu kemenangan saja. 

Shelton menggarisbawahi bahwa persoalan utama yang mesti segera ia benahi adalah stabilitas performanya dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya.

"Menurut saya secara keseluruhan masalahnya adalah performa. Saya tidak tahu seberapa besar penyebabnya adalah level permainan saya, pertandingan tertentu, situasi tertentu, atau pengambilan keputusan," tutur Shelton. 

"Tetapi saya adalah seseorang yang berusaha konsisten dalam latihan, cara hidup, dan menjalani rutinitas sehari-hari."

Atlet kelahiran Atlanta tersebut memaparkan bahwa kekalahan pada fase-fase awal turnamen menjadi perkara yang paling mengusik benaknya, lantaran ia berambisi untuk bisa melangkah lebih jauh hingga babak pemungkas.

"Salah satu tujuan terbesar saya di tur adalah mencapai akhir turnamen dan menuntaskan pekan dengan memenangkan gelar. Itu adalah bagian yang sebelumnya belum terlalu saya miliki, tetapi sekarang saya semakin berkembang," papar Shelton. 

"Saya pikir sebagian frustrasi datang dari kekalahan di babak awal yang menjadi semacam babak jebakan bagi saya. Mampu lebih konsisten dari pekan ke pekan dalam situasi seperti itu sangat penting."

Dalam turnamen Mubadala DC Open yang berlangsung di lapangan keras pada 27 Juli sampai 2 Agustus, Shelton dijadwalkan bersua dengan petenis dari babak kualifikasi pada pertandingan pertamanya. 

Sepanjang keikutsertaannya, ia punya rekor dua kali menembus babak semifinal di turnamen ATP 500 ini.

Sebelumnya, Shelton menelan kekalahan mengejutkan pada putaran pertama Wimbledon dari petenis peringkat 125 dunia, Otto Virtanen. 

Kendati demikian, ia memetik pelajaran positif dari masa persiapan yang ia lakukan pasca tersingkir lebih awal tersebut. 

Ia berpendapat bahwa ketahanan fisik bakal memegang peranan krusial dalam tur lapangan keras Amerika Utara mengingat faktor cuaca yang terik serta jadwal tanding yang padat.

"Bagi saya, bisa langsung pergi ke Florida beberapa hari setelah kalah di Wimbledon, beradaptasi dengan panas, dan segera mulai berlatih adalah hal besar," kata Shelton. 

"Saya pikir kebugaran menjadi bagian besar dari periode musim ini karena cuacanya sangat panas dan kondisi bisa sangat berat. Jadi, bagus bisa memulai persiapan lebih awal."

Shelton menaruh harapan besar agar momentum tur lapangan keras di Amerika Utara ini dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak performanya di paruh kedua musim. Di sisi lain, sang juara bertahan Alex de Minaur akan menempati posisi sebagai unggulan teratas di Washington.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index