SMRC: Kepuasan Publik pada Kinerja Prabowo Merosot Jadi 51,1%

SMRC: Kepuasan Publik pada Kinerja Prabowo Merosot Jadi 51,1%
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). (Foto: NET)

JAKARTA — Riset terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan hanya sekitar 13,5% masyarakat yang menganggap situasi politik di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto berada dalam kategori baik atau sangat baik.

Melalui pengumpulan data yang berlangsung pada 5–19 Juli 2026, opini masyarakat mengenai peta politik nasional terbagi menjadi beberapa pandangan, yakni 1,7% menilai sangat baik, 11,8% baik, 33,6% sedang, 31,7% buruk, 11,1% sangat buruk, dan sisanya 10,2% memilih tidak tahu atau enggan menjawab.

“Hanya 13,5% publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8%,” kata Deni, Senin (27/7/2026).

Ia memaparkan bahwa tren sentimen positif publik terhadap situasi politik mengalami kemerosotan yang signifikan dalam rentang sembilan bulan terakhir. 

Angka tersebut merosot dari 35,8% pada survei November 2025, turun ke 27,1% pada survei periode Februari–Maret 2026, hingga akhirnya menyentuh level 13,5% pada Juli 2026. 

Sebaliknya, pandangan negatif justru melonjak pesat dari yang awalnya 23% menjadi 28,1%, dan kini telah menembus angka 42,8%.

Tidak hanya itu, SMRC turut mempublikasikan adanya penurunan drastis pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap performa kerja Presiden Prabowo yang kini berada di angka 51,1% pada Juli 2026, berbanding terbalik dari pencapaian sebesar 81,2% pada November 2025 lalu.

Secara lebih detail, tingkat kepuasan tersebut terdiri atas 4,8% masyarakat yang merasa sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, 46,3% cukup puas, 35% kurang puas, 11,9% tidak puas sama sekali, serta 2,1% tidak tahu atau tidak menjawab.

Berdasarkan analisis Deni, penyusutan tingkat kepuasan publik ini memiliki kaitan yang amat erat dengan penilaian negatif masyarakat terhadap sektor ekonomi, politik, serta penegakan hukum di tanah air.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni.

Sebagai informasi, objek penelitian yang diambil oleh SMRC menyasar seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, dengan melibatkan total 749 responden yang dijaring secara acak.

Metode wawancara dilakukan via telepon sebesar 83,8% bagi yang memiliki gawai, sedangkan 16,2% sisanya ditemui secara langsung melalui interaksi tatap muka. 

Pembagian porsi ini diselaraskan dengan data populasi riil antara pengguna telepon seluler dan yang bukan pengguna. Penelitian ini sendiri memiliki batas kesalahan (margin of error) di kisaran ±3,7%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index