JAKARTA - Informasi mengenai profil Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia (BI) menarik untuk disimak.
Destry Damayanti secara resmi mengemban tugas sebagai Plt Gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi tersebut.
Merujuk pada ketetapan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, tampuk kepemimpinan otomatis diserahkan kepada Deputi Gubernur Senior BI, posisi yang saat ini diduduki oleh Destry Damayanti.
Sebagai seorang ekonom senior, Destry memiliki rekam jejak yang panjang di dunia akademis, pasar modal, industri perbankan, hingga lembaga penjamin simpanan sebelum akhirnya masuk dalam jajaran pimpinan Bank Indonesia. Berikut adalah ulasan mengenai profil singkat serta perjalanan kariernya.
Berdasarkan data resmi dari situs Bank Indonesia, Destry Damayanti lahir di Jakarta pada tanggal 16 Desember 1963.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) sebelum akhirnya melanjutkan studi pascasarjana di Cornell University, New York, Amerika Serikat, untuk meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Latar belakang pendidikan tinggi di bidang ekonomi ini menjadi modal utama dalam perjalanan kariernya sebagai ekonom serta perumus kebijakan di sektor keuangan nasional. Saat ini, ia memegang jabatan ganda sebagai Plt Gubernur Bank Indonesia dan Deputi Gubernur Senior BI.
Karier Destry Damayanti berawal dari profesi ekonom, yang kemudian mengantarkannya pada berbagai posisi penting di sektor swasta maupun instansi pemerintahan.
Pengalaman awalnya di industri keuangan bermula di Citibank Indonesia pada periode 1997–2000, yang memperluas wawasannya tentang perbankan dan pasar keuangan berskala internasional.
Selanjutnya, pada kurun waktu 2000–2003, ia dipercaya mengemban posisi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia dengan fokus pada analisis ekonomi makro serta kemitraan ekonomi bilateral antara kedua negara.
Tidak hanya di dunia korporasi, Destry juga pernah aktif sebagai peneliti sekaligus dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk berkontribusi dalam kajian ekonomi dan kebijakan publik.
Kiprahnya semakin dikenal publik saat menjabat sebagai Chief Economist di Mandiri Sekuritas pada tahun 2005–2011.
Sepanjang masa jabatan tersebut, ia aktif memberikan analisis mendalam terkait pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, pergerakan nilai tukar rupiah, dinamika pasar modal, hingga kebijakan fiskal dan moneter.
Keahliannya membuat ia kemudian dipromosikan menjadi Chief Economist Bank Mandiri untuk periode 2011–2015, di mana ia bertanggung jawab menyusun proyeksi ekonomi nasional dan bertindak sebagai juru bicara bidang ekonomi bank tersebut.
Pada periode 2014–2015, ia juga merangkap tugas sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi perusahaan-perusahaan milik negara.
Sebelum mengabdi di Bank Indonesia, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari tahun 2015 hingga 2019, menangani stabilitas sistem keuangan, penjaminan dana nasabah, resolusi bank, serta mitigasi risiko perbankan.
Pada tahun 2019, melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019, Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Kepercayaan tersebut berlanjut untuk periode kedua (2024–2029) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.
Selaku Deputi Gubernur Senior, ia mendampingi Gubernur BI dalam merumuskan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, mengelola sistem pembayaran, mengembangkan ekonomi dan keuangan digital, serta berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya.
Pasca mundurnya Perry Warjiyo, mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia mengamanatkan bahwa jika posisi gubernur kosong, tugas tersebut dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior sampai adanya gubernur definitif.
Terkait penunjukan ini, terdapat kutipan berita: Ditunjuk Jadi Plt Gubernur BI, Destry: "Kami Akan Jaga Mandat Stabilitas Rupiah".