Hari Mangrove Sedunia: PLN IP Tanam 15 Ribu Bibit di Bali

Hari Mangrove Sedunia: PLN IP Tanam 15 Ribu Bibit di Bali
Jajaran PLN Indonesia Power serta elemen masyarakat menanam pohon mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. (Foto: NET)

JAKARTA - Jajaran PLN Indonesia Power bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, serta elemen masyarakat menanam pohon mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu. 

Aksi nyata ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus wujud komitmen terhadap kelestarian alam.

Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Bali, Made Hartayasa, menyampaikan bahwa agenda penanaman ini dilakukan bersama jajaran menteri, wakil menteri, Gubernur Bali, serta petinggi PLN. 

Langkah tersebut merefleksikan dedikasi korporasi dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal sekaligus berwawasan lingkungan.

"Hari ini, kami menanam kurang lebih 15 ribu pohon mangrove. Kami tidak hanya menyediakan energi listrik yang andal, ramah lingkungan, tetapi kami juga berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya, memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, program keberlanjutan ini menjadi bagian dari misi PLN Indonesia Power untuk menghadirkan faedah ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi warga sekitar melalui aksi konservasi yang nyata, selain dari tugas utama menyuplai listrik.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kelompok mitra binaan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang telah mendapatkan pendampingan dari PLN Indonesia Power sejak tahun 2020. 

Upaya pendampingan tersebut mencakup pelestarian mangrove, pemberdayaan para nelayan, kelompok perempuan, hingga pelibatan generasi muda dalam memajukan sektor ekowisata.

Sepanjang lima tahun ke belakang, korporasi juga konsisten menyokong pembangunan area ekowisata hingga mendirikan resource center yang berfungsi sebagai pusat aktivitas warga setempat.

Made Hartayasa menyebutkan bahwa proses penanaman 15 ribu bibit mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai—yang membentang seluas 1.373,5 hektare—bakal dilaksanakan secara bertahap. Seluruh bibit tersebut dipersiapkan secara mandiri oleh mitra binaan lewat program pembibitan berkala.

Adapun varietas yang dipilih untuk ditanam pada kesempatan ini adalah Rhizophora mucronata atau bakau kurap. Prosesnya menerapkan metode penanaman inovatif kreasi kelompok mitra binaan demi memastikan tingkat keberhasilan tumbuh yang jauh lebih maksimal.

Ia memastikan pihak korporasi tidak sekadar berfokus pada proses menanam saja, melainkan juga berkomitmen menjalankan perawatan intensif agar semua bibit tumbuh subur dan keberadaan ekosistem mangrove di wilayah itu tetap lestari.

Dalam menjalankan program pelestarian ini, PLN Indonesia Power menggandeng sekitar 41 nelayan serta total mencapai 250 warga lokal yang terdiri atas kelompok nelayan, perempuan, dan pemuda. 

Warga sekitar pun dimotivasi untuk mengolah hasil hutan bukan kayu dari mangrove menjadi produk bernilai jual seperti sirup dan camilan stik mangrove, sekaligus mengelola destinasi ekowisata berbasis pelestarian alam.

Made Hartayasa menilai program ini terbukti memberikan kontribusi positif bagi kelestarian alam sekaligus mendongkrak volume tangkapan para nelayan seiring dengan semakin sehatnya kondisi ekosistem mangrove di sana. 

Di samping itu, geliat ekowisata terbatas di area Tahura Ngurah Rai turut menyumbang penghasilan tambahan bagi penduduk sekitar, sehingga esensi dari manfaat konservasi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index