JAKARTA - PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang meniadakan seluruh jadwal keberangkatan kapal dari Kupang menuju berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul terjadinya cuaca ekstrem di kawasan tersebut.
“Hari ini semua penyeberangan dari Kupang dibatalkan pelayarannya, karena cuaca buruk,” kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang Ramlan Iyang di Kupang, Minggu (26/7/2026).
Lewat maklumat resmi yang dirilis melalui akun media sosialnya, pihak ASDP Cabang Kupang menyatakan bahwa "sehubungan dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dengan ini kami sampaikan kepada pengguna jasa bahwa jadwal pelayanan penyeberangan ASDP dari Kupang pada Minggu (26/7) dibatalkan untuk semua lintasan".
Pria yang akrab disapa Alan tersebut menjelaskan bahwa operasional armada dari Kupang baru akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca di laut membaik dan aman.
Beberapa rute perjalanan yang terdampak pembatalan ini meliputi jalur Kupang-Hansisi (Pulau Semau), Kupang-Rote Ndao, hingga Kupang-Larantuka (Flores Timur).
Alan menambahkan bahwa keputusan penundaan ini diambil usai diterbitkannya instruksi pelarangan berlayar dari otoritas syahbandar setempat.
“Ada imbauan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait larangan berlayar, karena cuaca buruk,” tambah dia.
Oleh sebab itu, pihak ASDP meminta para calon penumpang maupun pengguna jasa kapal untuk bisa memahami kebijakan ini, mengingat pembatalan pelayaran dilakukan sepenuhnya demi menjamin keselamatan perjalanan.
Pada kesempatan terpisah, Stasiun Meteorologi Tenau BMKG sebelumnya telah mempublikasikan peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi di sekitar wilayah perairan NTT.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tenau Kupang Salsabila Ardian mengatakan tinggi gelombang 1.25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian Selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores serta Perairan Selatan Alor.
Selanjutnya, risiko gelombang dengan ketinggian mencapai 2.5 meter hingga 4.0 meter dilaporkan berpotensi melanda area perairan Utara Sabu Raijua serta wilayah Perairan Selatan Sabu Raijua.