JAKARTA — Emiten CPO yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp44,51 miliar di sepanjang paruh pertama atau semester I/2026.
Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, PGUN menorehkan angka penjualan senilai Rp304,97 miliar pada semester I/2026. Perolehan tersebut mengalami penurunan sebesar 20,82% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama sebelumnya yang mencapai Rp385,17 miliar.
Kontribusi utama dari penjualan tersebut disumbang oleh pelepasan minyak kelapa sawit senilai Rp258,7 miliar, serta komoditas inti kelapa sawit yang menyumbang sebesar Rp46,27 miliar.
Apabila ditinjau dari sisi pelanggan, pendapatan ini diperoleh melalui transaksi dengan pihak berelasi, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) senilai Rp258,7 miliar, serta PT Kodeco Agro Jaya Mandiri dengan nilai Rp38,8 miliar. Akumulasi nilai penjualan kepada pihak berelasi tersebut mencapai Rp297,52 miliar.
Pada waktu yang bersamaan, PGUN membukukan beban pokok penjualan senilai Rp155,64 miliar selama semester I/2026 ini. Angka beban pokok penjualan tersebut menyusut sebesar 33,23% secara tahunan dari capaian sebelumnya yang berada di angka Rp233,08 miliar.
PGUN juga terpantau mengalami penurunan pada pos laba bruto menjadi sebesar Rp149,33 miliar, dari perolehan sebelumnya yang menyentuh Rp152,08 miliar. Laba kotor ini mencatatkan penurunan tipis sebesar 1,81% secara tahunan.
Oleh karena itu, PGUN membukukan laba bersih senilai Rp44,51 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 46,72% secara tahunan dari performa periode sebelumnya yang mampu menembus Rp83,53 miliar.
Hingga periode akhir Juni 2026, total aset yang dimiliki PGUN tercatat sebesar Rp2,42 triliun, angka ini menyusut dari posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp2,52 triliun.
Liabilitas atau jumlah utang PGUN juga ikut melandai menjadi Rp502,5 sub-miliar pada akhir paruh pertama 2026, berbanding Rp602,11 miliar pada penutupan tahun 2025.
Sementara itu, total ekuitas yang dimiliki PGUN terpantau mengalami kenaikan tipis menjadi Rp1,92 triliun pada akhir Juni 2026, dari posisi sebelumnya sebesar Rp1,91 triliun pada akhir Desember 2025.