Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lebak

Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lebak
Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto: NET)

JAKARTA - Sejumlah warga desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kini menggantungkan kebutuhan hidup harian mereka pada pasokan air bersih dari luar. Hal ini terjadi menyusul datangnya musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino. 

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lewat Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) mendistribusikan pasokan air bersih ke area-area yang mengalami kekeringan demi menggaransi terpenuhinya kebutuhan pokok penduduk setempat. 

Warga memanfaatkan pasokan air itu untuk keperluan minum, memasak, bersuci atau berwudu, serta aktivitas domestik lainnya lantaran sumber air yang biasa mereka gunakan menyusut drastis selama kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa ketersediaan air menjadi pilar fundamental dalam pembangunan yang berkelanjutan. 

Hal tersebut disebabkan oleh perannya yang sangat vital dalam menyokong sektor agraris, penyediaan energi, penanganan perubahan iklim, hingga program pengentasan kemiskinan. 

"Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," kata Dody, Jumat (24/7/2026).

Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Arnold P. Ritiauw, menerangkan bahwa langkah penyaluran air bersih ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Menteri PU demi memitigasi dampak kekeringan, baik yang menimpa warga maupun area persawahan. 

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pekerjaan Umum, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bergerak cepat mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di berbagai wilayah," tambah Arnold. 

Langkah ini mengutamakan kepastian agar masyarakat serta area pertanian tidak kekurangan pasokan air akibat keterlambatan respons di lapangan.

Dalam operasi pendistribusiannya, BBWS C3 menurunkan tiga unit truk dump yang masing-masing dilengkapi tandon air bersih berkapasitas 3.000 liter. 

Pasokan tersebut disalurkan menuju tiga desa yang terletak di Kecamatan Warunggunung, antara lain Desa Banjarsari, Desa Sukaraja, serta Desa Jagabaya. 

Tidak hanya membagikan air bersih, BBWS C3 juga mengoperasikan dua unit pompa portabel (mobile pump) serta delapan unit kempu penampung guna menyokong penanggulangan bencana kekeringan di kawasan tersebut.

Bagi penduduk setempat, datangnya bantuan ini menjadi solusi krusial di kala akses terhadap air bersih kian sulit didapatkan. 

Muhammad Syarif, seorang penduduk dari Kampung Pasir Keris yang terletak di Desa Sukaraja, menyampaikan bahwa pembagian air bersih ini amat meringankan beban warga yang dilanda kekeringan. 

"Alhamdulillah, adanya bantuan air bisa membantu masyarakat Pasir Keris untuk memasak, untuk wudhu, dan sebagainya. Masyarakat Pasir Keris senang adanya bantuan air dikarenakan di Pasir Keris Desa Sukaraja kekeringan," tuturnya.

Pihak Kementerian PU memastikan bakal terus menggelar penyaluran air bersih ke berbagai wilayah yang dilanda kekeringan sebagai wujud komitmen menjaga kesejahteraan hidup publik. 

Strategi ini dijalankan agar aktivitas domestik warga tetap dapat berputar normal walau pasokan air dari alam berkurang akibat cuaca kering.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index