Pedoman PUG Sektor Sawit Resmi Rilis demi Kesetaraan Gender

Pedoman PUG Sektor Sawit Resmi Rilis demi Kesetaraan Gender
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan keterlibatan serta andil dari kaum perempuan menjadi salah satu faktor penentu bagi masa depan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan bahwa keberlangsungan sektor kelapa sawit tidak cuma bergantung pada pemanfaatan inovasi teknologi maupun implementasi manajemen lingkungan yang ideal.

"Tetapi juga ditentukan oleh terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi, berkontribusi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan sektor tersebut," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Maka dari itu, Eddy menambahkan bahwa pihaknya menyokong penuh peresmian Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit. 

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen dalam memajukan industri sawit agar tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan, tetapi juga semakin inklusif, adil, dan membawa dampak positif bagi tiap elemen masyarakat.

Peresmian panduan ini ditandai lewat penyerahan Buku "Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit" secara simbolis oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Amurwani Dwi Lestariningsih. 

Buku tersebut diserahkan kepada utusan instansi pemerintah serta perwakilan asosiasi industri kelapa sawit pada momen Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta.

Eddy menjelaskan bahwa peluncuran regulasi panduan ini merupakan wujud kontribusi BPDP dalam menyokong gerakan pemerintah untuk mengintegrasikan kesetaraan gender pada industri kelapa sawit.

Ia mempunyai harapan besar agar buku panduan ini bisa dijadikan acuan bagi para pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merancang program yang lebih terbuka tanpa diskriminasi. 

Dengan demikian, pertumbuhan industri kelapa sawit mampu mendatangkan faedah yang lebih masif untuk publik.

Buku Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit ini dirancang sebagai petunjuk aplikatif bagi aparatur negara, perusahaan, asosiasi, akademisi, dan seluruh pihak terkait untuk menerapkan sudut pandang keadilan gender ke dalam tiap lini rantai pasok kelapa sawit. 

Panduan ini diharapkan dapat menjamin hak perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses, peluang, keterlibatan, hingga keuntungan yang seimbang sejak proses perencanaan, eksekusi, pengawasan, sampai tahap penilaian program.

Di samping memicu lahirnya lapangan kerja yang ramah bagi semua kalangan, panduan ini diproyeksikan mampu memperkokoh kapasitas organisasi, menaikkan keterwakilan perempuan di industri kelapa sawit, serta menyokong sistem tata kelola sektor yang kian bersih dan lestari.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih memaparkan bahwa industri kelapa sawit memegang peranan krusial bagi finansial negara dan menjadi tumpuan hidup bagi mayoritas warga Indonesia.

Kendati demikian, kaum perempuan yang berkecimpung di industri ini dinilai masih menjumpai beragam hambatan, seperti minimnya akses terhadap modal atau resources, keterbatasan dalam penentuan kebijakan, hingga persoalan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan di area kerja.

Oleh lantaran itu, KemenPPPA senantiasa memacu penguatan posisi sekaligus proteksi bagi pekerja perempuan di industri kelapa sawit lewat pemformatan Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit ini.

"Pengarusutamaan gender di sektor kelapa sawit bukan sekadar pemenuhan prinsip kesetaraan, tetapi juga bagian penting dari strategi pembangunan yang mampu meningkatkan produktivitas perempuan, memperkuat kesejahteraan keluarga, serta mendorong keberlanjutan sektor kelapa sawit. Karena itu, perspektif gender perlu diintegrasikan dalam kebijakan, program, dan tata kelola sektor secara lebih sistematis," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index