Atasi Kekurangan Guru, Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar

Atasi Kekurangan Guru, Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini tengah merancang sebuah desain besar yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan guru di tingkat nasional.

"Kebijakan ini mencakup pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan guru secara nasional," ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq saat memberikan konfirmasi di Bandarlampung pada Sabtu (25/7/2026).

Fajar menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto demi menciptakan tata kelola guru yang lebih berkesinambungan dan terpadu.

"Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti telah menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional, termasuk penataan tata kelola guru. Kami melihat adanya dukungan kuat dari kementerian dan lembaga terkait dalam menyelesaikan persoalan guru," tutur Fajar.

Menurut Fajar, kebijakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional.

"Di tengah proyeksi meningkatnya kebutuhan guru dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah menilai reformasi pendidikan guru tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah lulusan," ucap Fajar.

Fajar menambahkan, poin yang jauh lebih esensial adalah membentuk suatu sistem yang sanggup menyelaraskan keperluan guru nasional dengan proses pendidikan, sertifikasi, serta pemantapan profesi guru yang dilakukan secara kontinu.

"Kualitas pendidikan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas guru. Karena itu, penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus menjadi bagian dari reformasi pendidikan nasional, bukan sekadar sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru," jelas Fajar.

Fajar juga memberikan penegasan bahwa impian untuk menggapai Indonesia Emas 2045 wajib diawali dari peningkatan mutu para tenaga pendidik.

"Jika kami ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan yang berhasil tanpa guru yang profesional, kompeten, dan terus berkembang," tegas Fajar.

Fajar memaparkan bahwa Indonesia pada dasarnya mempunyai potensi yang sangat masif untuk mencukupi kebutuhan tenaga pengajar. Pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir, ditemukan adanya kelebihan sekitar 1,6 juta lulusan sarjana pendidikan.

"Potensi tersebut, perlu dioptimalkan melalui penyelenggaraan PPG Calon Guru yang disusun berdasarkan kebutuhan riil satuan pendidikan, sehingga distribusi guru dapat lebih tepat sasaran," pungkas Fajar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index