Kemensos Sukses Berdayakan 1.200 Warga Miskin di Karanganyar

Kemensos Sukses Berdayakan 1.200 Warga Miskin di Karanganyar
Kementerian Sosial (Kemensos). (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) sukses menjalankan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dengan memberdayakan sebanyak 1.200 warga miskin yang terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Radik Raksaguna selaku Direktur Pemberdayaan Sosial Kemensos menjelaskan bahwa skema PPSE dirancang tidak hanya untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos). 

Lebih dari itu, program ini difokuskan pada penguatan kompetensi, kepemilikan aset, serta akses bagi warga miskin yang bertindak sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"KPM diarahkan agar memiliki kemandirian sosial, tidak bergantung terus pada bansos. Kemensos berhasil memberdayakan 1.200 warga miskin yang tercacat dalam DTSEN dalam hal peningkatan ekonomi keluarga. 1.200 warga miskin ini setingkat lebih baik dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya melalui beragam pilihan usaha sesuai kebutuhan, keinginan dari warga miskin itu sendiri," kata Radik dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Di sisi lain, Nicki yang merupakan Penyuluh Sosial dari Direktorat Pemberdayaan Sosial menyebutkan bahwa PPSE mengoptimalkan bansos untuk menunjang jenis usaha yang selaras dengan kebutuhan, keinginan, serta minat para KPM. 

Variasi bantuan yang diberikan mencakup sektor jasa perdagangan, pertanian, peternakan, hingga lini usaha lain yang memang sudah ditekuni oleh KPM sebelumnya.

Tantangan dalam memberdayakan masyarakat miskin diakui oleh Lidia, seorang pendamping lapangan. Menurutnya, proses ini menuntut waktu dan kesabaran ekstra, di mana salah satu strategi yang diterapkan adalah lewat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).

"Para pendamping bertindak sebagai fasilitator, mediator, motivator, untuk membangun daya juang dan daya tahan para KPM. Para pendamping juga menghubungkan dengan mitra lain yang kompeten dalam bidang usaha sesuai pilihan para KPM," ujar Lidia.

Keberhasilan program ini salah satunya dirasakan oleh Siti Rokayah, seorang KPM asal Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Ia sukses membesarkan usaha jualan ayam goreng krispi yang dirintisnya sejak 2024 hingga menjadikannya produk unggulan dengan omzet mencapai Rp5 juta tiap bulan.

Keberhasilan serupa juga dipetik oleh KPM lain bernama Fitriana yang tinggal di Pencol Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedong. 

Memulai bisnis sayur-mayur sejak tahun 2023, ia fokus memasarkan produk unggulan berupa labu kuning, kentang mentah/rebus, gembili mentah/rebus, serta kentang mentah/rebus. Kini, omzet usahanya telah menyentuh angka kisaran Rp20 juta per bulan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index