JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kemitraan dengan Badan Pengelola Investasi Danantara guna mendirikan industri hilir kelapa terpadu di berbagai wilayah.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mendongkrak nilai tambah komoditas kelapa sekaligus mengoptimalkan penyerapan pasokan bahan baku domestik.
Menurut penjelasan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Agus Rosyid, pihak Danantara telah meninjau langsung beberapa lokasi potensial yang akan dijadikan pusat pengembangan kawasan industri terintegrasi tersebut.
"Alhamdulillah PTPN juga sudah mulai bekerja keras di Jawa Timur membangun kebun inti kelapa dan akan merambah ke plasma. Danantara juga sudah survei beberapa lokasi untuk membangun industri hilir terpadu ini," kata Agus dalam webinar Hilirisasi, Ungkit Nilai Tambah dan Daya Saing Kelapa Nasional di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia memaparkan bahwa pendirian pusat industri ini bakal difokuskan pada wilayah-wilayah yang kaya akan pasokan kelapa, namun masih minim fasilitas pengolahan yang memadai.
Agus Rosyid pun memastikan bahwa kehadiran industri hilir baru ini bukan untuk menyaingi para pengusaha kelapa yang sudah ada, melainkan untuk mengisi ruang di daerah-daerah yang daya serap industrinya belum berjalan optimal.
"Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Beberapa tahun lalu sempat ada perusahaan yang mengalami kekurangan bahan baku," ucapnya.
Agus Rosyid menambahkan bahwa ekspansi industri hilir ini menjadi bagian penting dari misi besar pemerintah dalam memperkokoh hilirisasi komoditas kelapa nasional, sejalan dengan peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Dalam rencana tersebut, pemerintah membidik perluasan kawasan kelapa hingga mencapai kisaran 500 ribu hektare.
Akan tetapi, Agus Rosyid mengungkapkan bahwa alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru bisa memenuhi target sekitar 221 ribu hektare hingga tahun 2027. Oleh sebab itu, sokongan investasi dari pihak eksternal seperti Danantara dan sektor swasta sangat diperlukan.
Melalui pembangunan industri hilir ini, pemerintah berharap dapat memproduksi nilai tambah tinggi di dalam negeri, memicu roda ekonomi di daerah, serta menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Sinergi Danantara dalam menyokong industri hilir kelapa ini selaras dengan rangkaian agenda hilirisasi yang sedang mereka kelola.
Lembaga investasi tersebut sebelumnya mengonfirmasi sedang mengeksekusi 26 proyek hilirisasi strategis nasional yang menelan total investasi sekitar Rp225 triliun, di mana sektor kelapa menjadi salah satu fokus utamanya.