JAKARTA – Peluang untuk memotong alokasi dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 kini tengah dibuka oleh pihak pemerintah.
Walau demikian, nominal pasti dari perubahan anggaran tersebut masih harus menanti keputusan hasil diskusi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rencana eksekusi program sampai dengan pengujung tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa ketetapan akhir belum diputuskan lantaran pihak pemerintah sedang meninjau ulang keperluan riil dari program tersebut.
Dalam waktu dekat ini, ia berencana melangsungkan pertemuan dengan jajaran pimpinan BGN guna membicarakan formula penerapan MBG sekaligus mematok total anggaran yang dinilai paling sesuai.
"Kemungkinan ada penurunan," ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026).
Pada rancangan APBN 2026, program MBG pada awalnya mendapatkan jatah pagu dana mencapai Rp 335 triliun.
Tetapi, pihak pemerintah bersama dengan BGN saat ini sedang menakar kembali jumlah dana yang diperlukan supaya eksekusi program dapat tetap berjalan secara berdaya guna sekaligus menyokong penghematan belanja negara.
Melalui tahapan peninjauan tersebut, dana MBG mempunyai prospek untuk ditekan hingga berada di kisaran Rp 268 triliun. Langkah penyelarasan ini ditujukan demi memaksimalkan pemanfaatan anggaran tanpa harus menurunkan mutu nutrisi yang diberikan kepada kelompok penerima manfaat.
Di samping itu, Purbaya pun masih belum bisa memastikan apakah pergeseran anggaran MBG ini nantinya akan kembali berimbas pada porsi dana pendidikan seperti hal yang sempat memicu sorotan pada diskusi terdahulu.
Menurut pandangannya, persoalan itu masih bakal dibahas secara lebih mendalam, walaupun ia berpendapat hal tersebut semestinya tidak usah terjadi.