Dana Reses Ketua Banggar Disalurkan untuk Bedah Rumah di Madura

Dana Reses Ketua Banggar Disalurkan untuk Bedah Rumah di Madura
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar), Said Abdullah. (Foto: NET)

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar), Said Abdullah, mengalokasikan dana resesnya guna membiayai perbaikan rumah tidak layak huni untuk penduduk di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura. 

Program ini diprioritaskan bagi warga kurang mampu sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus menyukseskan program pengentasan kemiskinan.

Said menyatakan bahwa hunian merupakan salah satu kebutuhan pokok warga selain makanan dan pakaian. Menurutnya, pemerintah memegang tanggung jawab penuh dalam memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok tersebut dengan semestinya.

"Pangan, sandang, dan papan (rumah) merupakan kebutuhan dasar kami semua. Ketiganya menjadi indikator dasar seseorang dikategorikan miskin atau tidak miskin. Negara memiliki tanggungjawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak," kata Said dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).

Ia berpendapat bahwa masalah hunian masih menjadi tantangan yang sangat besar di tanah air. Di samping angka kekurangan perumahan (backlog) yang masih tinggi, terdapat jutaan keluarga yang terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni karena keterbatasan dana.

Said memaparkan bahwa backlog perumahan di tingkat nasional saat ini berada di kisaran 15 juta unit, sedangkan total rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan secara nasional menyentuh angka 43,3 juta rumah tangga. Keadaan seperti ini diakui masih menjadi kendala di wilayah Madura.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase hunian layak di Madura baru menyentuh angka sekitar 71%, yang berarti masih ada 29% tempat tinggal warga yang belum memenuhi standar kelayakan. 

Rasio ini tercatat lebih rendah ketimbang rata-rata capaian di Provinsi Jawa Timur yang sudah berada di angka sekitar 80%.

Melihat realita tersebut, Said mengambil kebijakan untuk menyerahkan seluruh anggaran resesnya pada masa persidangan kali ini demi menyokong masyarakat dalam merenovasi hunian mereka.

"Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka," tutur Said.

Penyerahan stimulus ini dilaksanakan secara simbolis pada Rabu (22/7/2026) di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Kegiatan pembenahan rumah ini menyasar para penduduk yang tersebar di lima desa di Kecamatan Talango.

Said memerinci bahwa stimulus menyasar warga yang bermukim di 19 dusun, meliputi Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola'an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, serta Sarotak.

Ia mengimbuhkan bahwa penerima program ini difokuskan pada keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai desil 3, yaitu segmen masyarakat dengan tingkat perekonomian sangat miskin, miskin, dan hampir miskin berdasarkan data resmi pemerintah.

Di samping itu, personel di lapangan juga telah melakukan proses verifikasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan sebelum bantuan tersebut dicairkan. 

Setelah dana tunai diserahkan kepada penerima, tim bentukan Said akan terus mengawal dan memonitor jalannya renovasi guna memastikan proyek berjalan sesuai target serta anggaran digunakan secara tepat guna.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index