Bahaya Simpan Motor Listrik Saat Baterai Hampir Habis

Bahaya Simpan Motor Listrik Saat Baterai Hampir Habis
Ilustrasi - Motor listrik. (Foto: NET)

JAKARTA – Membiarkan atau menyimpan sepeda motor listrik dalam jangka waktu lama dengan kondisi daya baterai yang hampir habis dapat mempercepat tingkat kerusakan baterai tersebut. 

Sejumlah produsen menyarankan agar pemilik menjaga kapasitas baterai di angka 30 persen jika kendaraan hendak disimpan. Indikator daya juga perlu dipantau secara berkala. 

Apabila kapasitasnya berkurang sebanyak 10 persen, segera isi ulang dayanya kembali hingga menyentuh angka 30 persen. 

Jika dibiarkan kosong dalam durasi yang lama, baterai rentan mengalami pengosongan daya berlebih (over-discharge). Kondisi ini tidak sekadar menurunkan kapasitas performa, tetapi juga berisiko memicu kerusakan yang sifatnya permanen.

EV and RE Senior Researcher Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ganesha Tri Chandrasa, menegaskan bahwa menaruh sepeda motor listrik dengan kondisi daya yang nyaris kosong memicu dampak yang sangat fatal terhadap ketahanan baterai.

"Betul sekali dan sangat berbahaya bagi kesehatan baterai," kata Ganesha, Senin (20/7/2026).

Ganesha memaparkan bahwa fenomena ini terjadi lantaran baterai lithium akan tetap mengalami pengurangan daya walaupun sepeda motor sedang tidak dioperasikan.

"Baterai lithium memiliki sifat self-discharge (daya berkurang secara alami sedikit demi sedikit meskipun motor tidak dinyalakan)," katanya.

Di samping adanya penyusutan daya alami tersebut, baterai juga masih terus mengalirkan arus listrik menuju sistem elektronik yang tertanam pada kendaraan.

"Selain itu, sistem BMS (Battery Management System) pada motor tetap menyedot arus listrik dalam jumlah sangat kecil (standby current)," ujarnya.

Oleh sebab itu, apabila sepeda motor disimpan terlalu lama dalam kondisi kapasitas daya yang sudah minim, sisa energi di dalamnya akan terus menyusut hingga menembus batas aman.

"Jika disimpan pada level 10 persen, dalam beberapa minggu daya akan turun melewati ambang batas aman (biasanya di bawah 2,5 volt per sel)," kata Ganesha.

Lebih lanjut Ganesha menguraikan, saat tegangan baterai merosot di bawah batas aman, sistem Battery Management System (BMS) bakal menghidupkan proteksi khusus untuk mengantisipasi kerusakan yang jauh lebih parah. 

Imbasnya, komponen baterai bisa terkunci otomatis sehingga tidak dapat lagi disetrum memakai alat pengisi daya reguler.

"Jika hal ini terjadi, BMS akan mengunci baterai demi alasan keselamatan (deep discharge/over-discharge lock), sehingga baterai tidak bisa lagi diisi ulang menggunakan charger standar, atau bahkan mengalami kerusakan permanen," katanya.

Maka dari itu, para pemilik sepeda motor setrum sangat tidak disarankan memarkirkan kendaraan mereka dalam kondisi daya baterai yang sekarat, khususnya jika motor bakal menganggur dalam waktu yang lama.

Sebagai bentuk antisipasi, baterai idealnya ditaruh dengan kapasitas daya yang masih memadai serta dicek secara rutin. Langkah ini dilakukan agar tegangan baterai senantiasa berada di batas aman, sehingga ancaman over-discharge bisa dihindari dan masa pakai baterai menjadi jauh lebih awet.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index