AMMAN Perkuat Bisnis Tambang lewat Pengelolaan Lingkungan

AMMAN Perkuat Bisnis Tambang lewat Pengelolaan Lingkungan
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengintegrasikan pengelolaan lingkungan ke dalam strategi bisnis perusahaan guna memastikan keberlanjutan operasional tambang Batu Hijau. 

Di tengah tingginya desakan agar industri pertambangan lebih ramah lingkungan, perusahaan memandang praktik keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan pemerintah, melainkan aspek krusial untuk menekan risiko operasional, mempertahankan efisiensi, dan memperkokoh kepercayaan para pemangku kepentingan.

Head of Environment Department AMMAN Jorina Waworuntu memaparkan bahwa manajemen lingkungan mesti dikonstruksikan lewat sistem yang kokoh serta melibatkan seluruh elemen di dalam korporasi.

"Lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Guna menyokong kegiatan operasional yang berkesinambungan, AMMAN mengintensifkan beragam program hijau, mulai dari pemulihan lahan, tata kelola air, hingga peralihan energi. 

Sampai dengan penutupan tahun 2025, perusahaan telah melakukan reklamasi lahan dengan total area mencapai 859,61 hektare. Realisasi reklamasi pada tahun 2025 sendiri menyentuh angka 92,67 hektare, yang tercatat sebagai capaian paling masif sepanjang riwayat operasional Batu Hijau.

Di samping memulihkan wilayah tambang, AMMAN pun melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas kurang lebih 3.600 hektare, menyokong agenda perhutanan sosial, serta memelopori konservasi perairan laut di Gili Balu lewat gerakan Transformasea sekaligus pelestarian penyu di sepanjang pesisir selatan Sumbawa.

Mengenai sektor energi, perusahaan mulai mereduksi emisi melalui pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. 

Semenjak tahun 2022, PLTS berkekuatan 26,8 megawatt peak (MWp) sudah dioperasikan dan sepanjang tahun 2025 telah berkontribusi memangkas emisi sekitar 34.794 ton CO?e. 

AMMAN juga tengah membangun Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 megawatt dengan bahan bakar gas sebagai bagian dari langkah peralihan menuju aktivitas operasional berkadar emisi lebih rendah.

Bukan hanya sektor energi, korporasi juga mempertebal ketahanan air dengan mendirikan sarana desalinasi di wilayah Benete dan Sejorong serta mengoptimalkan daur ulang air dalam aktivitas operasional. Sistem pengawasan memanfaatkan teknologi citra satelit pun diterapkan demi mengakselerasi pemantauan dinamika kondisi lahan.

Rentetan investasi ini memperlihatkan bahwa aspek kelestarian alam kian melekat dalam strategi bisnis industri pertambangan. Tata kelola sumber daya yang lebih hemat dan penanganan risiko lingkungan dipandang vital demi memelihara kelangsungan jangka panjang tambang Batu Hijau. 

Bagi AMMAN, esensi keberlanjutan tidak melulu soal pemulihan alam, melainkan juga tentang menjamin aktivitas tambang senantiasa mendatangkan faedah ekonomi bagi internal perusahaan sekaligus warga sekitar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index