Fokus ke Segmen Healthcare, WICO Tinggalkan Bisnis Consumer Goods

Fokus ke Segmen Healthcare, WICO Tinggalkan Bisnis Consumer Goods
PT Wicaksana Overseas International Tbk. (WICO). (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten distribusi PT Wicaksana Overseas International Tbk. (WICO) membidik peningkatan performa pada 2026 dengan menempatkan lini healthcare sebagai pemasok terbesar bagi pendapatan mereka.

Direktur WICO Andika Laksmana Putra menjelaskan bahwa perusahaan bakal memusatkan ekspansi usaha pada sektor kesehatan yang dianggap mempunyai masa depan pertumbuhan lebih menjanjikan serta selaras dengan rencana jangka panjang emiten.

“Untuk tahun 2026, kami memfokuskan diri pada pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan menempatkan segmen healthcare sebagai kontributor utama pendapatan perseroan,” ujar Andika, Kamis (25/6/2026).

Kebijakan ini diambil usai WICO memilih untuk menyudahi operasional di sektor consumer goods yang selama beberapa tahun belakangan mengalami hambatan performa dan belum memperlihatkan tanda-tanda perbaikan yang cukup.

Berdasarkan keterangan manajemen, penutupan lini consumer goods menjadi bagian dari restrukturisasi portofolio bisnis demi menggenjot mutu pertumbuhan sekaligus keuntungan. Emiten sekarang mengalokasikan modal dan daya untuk memperkokoh lini distribusi alat kesehatan, mencakup penambahan mitra baru hingga pelebaran sayap jaringan subdistributor.

Di samping itu, WICO pun melihat adanya potensi pembuatan produk bermerek mandiri selaku bagian dari taktik jangka panjang. Walau begitu, eksekusinya bakal digulirkan secara berhati-hati lewat pertimbangan matang terhadap aspek regulasi, kesiapan internal, serta potensi pasar yang ada.

“Kami tetap melihat pengembangan produk dengan merek sendiri sebagai opsi strategis ke depan. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, regulasi, serta peluang pasar,” kata Andika.

Walau ada rencana tersebut, perolehan omzet perusahaan pada 2026 nanti diproyeksikan masih tetap disokong penuh oleh komoditas milik prinsipal atau pemegang merek yang selama ini telah menjalin kemitraan dengan WICO.

Peralihan fokus usaha ini diterapkan di tengah proses konsolidasi yang dilewati emiten sepanjang tahun 2025. WICO mencatatkan angka penjualan bersih senilai Rp584,93 miliar, menyusut sebesar 55,53% dari periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,31 triliun karena dampak perampingan portofolio dan penataan sistem distribusi yang lebih ketat.

Meski begitu, emiten menunjukkan tren positif dari aspek profitabilitas. Angka kerugian bersih sukses dipangkas menjadi Rp66,38 miliar pada 2025 dari nominal Rp160,47 miliar di tahun sebelumnya.

Andika berpendapat bahwa penyusutan nilai rugi bersih ini merefleksikan keberhasilan strategi penghematan yang diimplementasikan internal, khususnya lewat manajemen ongkos operasional serta penyelarasan struktur beban finansial.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index