Ferrari melakukan pergantian Chief Marketing Officer usai peluncuran mobil listrik Luce menuai beragam kritik dari publik dan pasar. Simak selengkapnya.

Ferrari melakukan pergantian Chief Marketing Officer usai peluncuran mobil listrik Luce menuai beragam kritik dari publik dan pasar. Simak selengkapnya.
Massimiliano Di Silvestre, Chief Marketing and Commercial Officer Ferari. (Foto: NET)

JAKARTA – Ferrari melakukan perombakan di tingkat eksekutif menyusul peluncuran Luce, mobil listrik perdana mereka, yang menerima respons beragam dari publik serta pasar. 

Ferrari menunjuk Massimiliano Di Silvestre, eks petinggi BMW Italia, sebagai Chief Marketing and Commercial Officer baru efektif per 1 Juli 2026. Ia menggantikan Enrico Galliera yang telah mengabdi lebih dari 16 tahun di Ferrari.

Dilansir dari Electrek, Ferrari menyatakan secara resmi bahwa Galliera meninggalkan merek asal Maranello, Italia, itu untuk mengejar peluang baru dalam kariernya. 

Namun, momentum pergantian ini memicu spekulasi lantaran terjadi tak lama setelah peluncuran Luce, yang dianggap sebagai salah satu produk paling kontroversial dalam sejarah modern Ferrari.

Sebagaimana diketahui, saat diperkenalkan, Luce menarik banyak perhatian, terutama karena desain eksteriornya yang mengundang perdebatan. Hal ini diikuti dengan penurunan harga saham Ferrari sekitar 8 persen dalam kurun waktu satu hari.

Sebelumnya, Ferrari telah membocorkan nama Luce serta desain interior hasil kolaborasi dengan Jony Ive pada Februari. Beberapa spesifikasi utama, seperti tenaga lebih dari 1.000 hp dan jarak tempuh sekitar 530 kilometer, juga telah diumumkan jauh sebelum versi produksinya muncul. 

Akibatnya, saat mobil diperlihatkan secara penuh di Roma, perhatian publik nyaris sepenuhnya tertuju pada desain eksterior.

Desain luar Luce memicu reaksi yang terbelah. Di media sosial, beragam komentar hingga meme bermunculan, termasuk pertanyaan klasik mengenai bagaimana respons pendiri Ferrari, Enzo Ferrari, jika melihat model tersebut. 

Kondisi ini dinilai mengalihkan narasi peluncuran dari aspek teknologi dan pengalaman berkendara menjadi perdebatan mengenai desain. Padahal, Ferrari berupaya membangun pesan bahwa Luce bukan hanya sekadar mobil listrik, melainkan tetap sebuah Ferrari yang menawarkan sensasi berkendara khas merek tersebut.

Latar belakang masalahnya dituding terjadi karena saat acara peluncuran berlangsung, Ferrari tidak memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk menguji coba mobil tersebut. 

Akibatnya, klaim terkait pengalaman berkendara harus diterima tanpa pembuktian langsung. Pengamat menilai strategi peluncuran tersebut membuat perhatian publik lebih mudah diarahkan pada elemen yang paling kontroversial.

Meskipun demikian, arah elektrifikasi Ferrari dinilai tetap stabil. Salah satu alasannya karena CEO Ferrari, Benedetto Vigna, masih memimpin perusahaan. Vigna direkrut Ferrari setelah berkarier selama 26 tahun di industri semikonduktor melalui STMicroelectronics dan menjadi sosok kunci di balik strategi elektrifikasi Ferrari. 

Oleh karena itu, pergantian pimpinan pemasaran dianggap bukan sebagai sinyal perubahan strategi, melainkan lebih sebagai evaluasi terhadap cara produk diperkenalkan ke pasar. 

Peluncuran Luce juga dinilai bisa menjadi pelajaran bagi Ferrari bahwa ketika menjual emosi berkendara, pengalaman mengemudi tetap menjadi bagian yang tidak bisa ditunda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index