Lab Bersama Shell dan SINEXCEL Percepat Teknologi EV Charging

Lab Bersama Shell dan SINEXCEL Percepat Teknologi EV Charging
Shell Recharge. (Foto: NET)

JAKARTA - Shell Recharge bersama SINEXCEL (300693.SZ) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus membuka Shell Recharge–SINEXCEL Joint Laboratory di Shenzhen, Tiongkok. 

Sinergi ini menandai babak baru bagi kedua belah pihak dalam menciptakan teknologi pengisian daya kendaraan listrik (EV) masa depan serta solusi energi yang berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Chief Engineer Shell E-Mobility China, Evan Li, dan General Manager EV Charging Solutions SINEXCEL, Kecheng Guo, dengan disaksikan oleh jajaran manajemen dari masing-masing korporasi.

Fokus pada Lima Sektor Teknologi Strategis

Merespons tingginya permintaan pasar EV global akan infrastruktur pengisian daya yang lebih cepat, cerdas, dan efisien, Shell Recharge dan SINEXCEL mengombinasikan kekuatan mereka untuk mengatasi tantangan industri ini. 

Shell berkontribusi melalui rekam jejak globalnya di industri energi, sedangkan SINEXCEL mengandalkan keunggulannya di bidang teknologi elektronika daya.

Pusat inovasi bersama ini difungsikan sebagai wadah kolaborasi riset dan pengembangan (R&D), integrasi teknologi, inkubasi proyek, hingga pengujian sistem baru. Untuk fase awal, ada lima fokus utama yang dibidik:

Sistem pengisian daya ultra-cepat mutakhir: mengusung arsitektur ringan dengan efisiensi tinggi.

Manajemen cloud-charger terintegrasi: mengoptimalkan efisiensi pengaturan daya melalui sinkronisasi komputasi awan dan perangkat pengisi.

Integrasi panel surya, penyimpanan energi, dan pengisian daya: mengoptimalkan pemakaian sumber energi terbarukan.

Sistem pengisian daya megawatt: menyediakan infrastruktur pengisian untuk armada logistik serta kendaraan komersial skala besar.

Operasi dan pemeliharaan (O&M) berbasis kecerdasan buatan: memakai AI demi pemantauan langsung secara real-time dan perawatan prediktif guna mendongkrak efisiensi operasional.

Penyelarasan Strategi Demi Valuasi Jangka Panjang

Di sela-sela seremoni peresmian tersebut, kedua entitas ini turut mendiskusikan sinkronisasi strategi inovasi produk serta rencana perluasan jangkauan ke pasar internasional.

"Laboratorium bersama ini tidak hanya menjadi sarana untuk menjawab tantangan teknis utama, namun juga wadah inovasi dalam mengembangkan model bisnis baru dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan," ujar Evan Li, Chief Engineer, Shell E-Mobility China. 

"Dengan memadukan pengalaman global Shell di sektor ritel energi dan teknologi perangkat keras mutakhir, kami ingin mempercepat penerapan hasil riset sebagai solusi nyata yang dapat digunakan pasar. Langkah ini juga akan mendorong ekosistem pengisian daya EV menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berperkelanjutan."

Kecheng Guo, General Manager, EV Charging Solutions, SINEXCEL, menambahkan: "Kemitraan ini menggabungkan keunggulan kedua perusahaan untuk menghadirkan solusi yang lebih kompetitif bagi pasar. Bersama Shell Recharge, kami akan menghadirkan solusi yang lebih kompetitif dan terintegrasi sehingga pengalaman pengisian daya menjadi lebih cepat, cerdas, dan andal. Kolaborasi ini juga menjadi kontribusi nyata kami dalam mendukung pengembangan ekosistem energi hijau global."

Dorongan Baru bagi Mobilitas Berkelanjutan

Peluncuran fasilitas riset bersama ini menandai dimulainya operasional penuh dari kemitraan antara Shell Recharge dan SINEXCEL. 

Menatap masa depan, kedua perusahaan berkomitmen memaksimalkan laboratorium ini untuk merancang inovasi teknologi baru serta memperluas implementasinya di berbagai sektor industri. 

Melalui langkah ini, Shell Recharge dan SINEXCEL bertekad mendorong percepatan transisi menuju sistem energi global yang lebih bersih, aman, dan efisien.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index