Update Harga Pertalite 13 Juni 2026: Masih Tetap Rp 10.000

Update Harga Pertalite 13 Juni 2026: Masih Tetap Rp 10.000
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: NET)

JAKARTA – Informasi mengenai harga Pertalite hari ini terus dicari oleh masyarakat, terutama setelah adanya penyesuaian tarif pada sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dalam beberapa waktu terakhir. 

Meski harga energi mengalami dinamika dan terdapat kenaikan pada beberapa jenis BBM non-subsidi, harga Pertalite hingga saat ini tetap tidak berubah.

BBM bersubsidi yang menjadi pilihan utama masyarakat tersebut masih dipasarkan dengan harga Rp 10.000 per liter. 

Hingga pertengahan Juni 2026, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun pihak Pertamina terkait adanya perubahan harga. Tarif ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di area Jawa dan Bali.

Stabilitas harga Pertalite menjadikannya opsi favorit bagi pengendara di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi. 

Sebagai pembanding, berikut daftar harga BBM Pertamina di wilayah Jawa dan Bali: Pertalite Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, Dexlite Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.800 per liter. 

Perlu dicatat bahwa harga di tiap daerah bisa berbeda karena adanya pengaruh pajak daerah serta biaya distribusi.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan harga di tengah menguatnya harga energi global. Keputusan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang juga berlaku untuk harga elpiji subsidi. 

"Saya pikir itu untuk BBM subsidi dan elpiji subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," tegas Bahlil dalam acara Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Pertalite tetap aman dan tersebar di seluruh Indonesia dengan distribusi yang berjalan normal. 

Perusahaan terus mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya senantiasa memantau kondisi stok secara langsung. 

"Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara realtime terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujar Roberth, Jumat (12/6/2026).

Pertamina juga telah menyiapkan skema distribusi untuk merespons jika terjadi lonjakan konsumsi di daerah tertentu. 

Dengan jaringan infrastruktur yang terintegrasi, perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran pasokan. Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai dengan peruntukan kendaraan masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index