Kemenkeu Respons Demo Mahasiswa: APBN Diperketat dan Gandeng APH

Kemenkeu Respons Demo Mahasiswa: APBN Diperketat dan Gandeng APH
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Deni Surjantoro. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan tanggapan atas aksi demonstrasi mahasiswa yang menyoroti kondisi perekonomian nasional, utamanya mengenai isu pemborosan APBN.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Deni Surjantoro, mengungkapkan bahwa otoritas fiskal sedang melakukan peninjauan serta pengetatan secara menyeluruh pada pos-pos belanja negara demi menjaga keberlanjutan fiskal.

"Saat ini, pemerintah tengah melaksanakan evaluasi atas program-program prioritas APBN agar lebih efisien, efektif, serta memperbaiki tata kelola," ujar Deni, Jumat (12/6/2026).

Langkah tersebut merupakan respons atas tuntutan elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), yang menggelar aksi pada Jumat (12/6/2026). 

Aksi bertajuk 'Menuju Indonesia Bangkrut' itu membawa lima tuntutan utama, di mana salah satunya menyoroti program pemerintah yang dinilai sarat pemborosan, seperti program makan bergizi gratis (MBG) hingga pembangunan koperasi desa merah putih (KDMP).

Sebagai pengelola keuangan negara, Kemenkeu berkomitmen memastikan alokasi pendanaan untuk program prioritas tetap optimal tanpa mengorbankan ketahanan fiskal dalam jangka panjang.

Guna menjamin transparansi serta meminimalisasi potensi kebocoran anggaran dalam proses evaluasi, Deni menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Kemenkeu turut melibatkan pihak eksternal untuk mengawal ketat uang rakyat.

"Pemerintah juga bersinergi dengan aparatur pengawasan dan aparat penegak hukum [APH] untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program prioritas tersebut," tutupnya.

Sebelumnya, BEM UI melakukan demonstrasi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026). Melalui Instagram resminya, BEM UI menyebut aksi dipicu oleh berbagai permasalahan, mulai dari kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga kenaikan harga BBM nonsubsidi.

"Ketika harga kebutuhan hidup terus naik, rupiah terus melemah, dan kritik terus dibungkam, rakyat tidak punya banyak pilihan selain bersuara. Atas dasar itu, kami menyerukan seluruh masyarakat untuk bersatu dalam Aksi Menuju Indonesia Bangkrut dan menyampaikan tuntutan," tulis BEM UI, Kamis (11/6/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index