JAKARTA — PT Saka Energi Indonesia (SAKA), entitas di bawah Subholding Gas Pertamina, telah mendapatkan izin resmi dari SKK Migas terkait Rencana Pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk Lapangan Ronggolawe–PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan bahwa persetujuan ini merupakan langkah krusial dalam mempercepat dimulainya produksi migas baru yang ditargetkan mulai mengalir pada penghujung tahun 2029.
Fuji menyebut langkah ini sebagai pencapaian penting dalam upaya perusahaan mempercepat konversi sumber daya migas menjadi produksi bernilai tambah.
“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi kami,” ujar Fuji dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Izin pengembangan lapangan ini terbit setelah SAKA merampungkan rangkaian evaluasi teknis serta kajian mendalam atas sumur appraisal RGL-3. Hasil analisis tersebut menjadi fondasi utama dalam penyusunan rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe di WK Pangkah.
Sebelumnya, SAKA telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025, menyusul keberhasilan penemuan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi RGL-1 di tahun 2012 dan konfirmasi pengeboran sumur appraisal RGL-3 pada 2024.
Berdasarkan rencana yang disepakati, Lapangan Ronggolawe diproyeksikan memiliki puncak produksi hingga 5.126 barel minyak per hari (BOPD). Total sumber daya lapangan ini diestimasi mencapai 10 juta barel minyak yang dapat diproduksi hingga masa kontrak berakhir.
Pengeboran empat sumur pengembangan akan dilakukan dan dihubungkan ke fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah via jaringan pipa bawah laut.
Cadangan hidrokarbon di Struktur Ronggolawe sendiri teridentifikasi pada lapisan karbonat CD Carbonate, yang telah terbukti melalui pengujian kandung lapisan (DST), uji tekanan reservoir, serta analisis sampel fluida. Kehadiran lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan minyak nasional.
Selain itu, proyek ini menerapkan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) untuk mengoptimalkan infrastruktur yang ada.
“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” tegas Fuji.
Dengan turunnya restu POD ini, SAKA optimis pengembangan Lapangan Ronggolawe akan menjadi kontributor signifikan bagi pertumbuhan produksi perusahaan serta memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.