JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penempatan kembali peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) merupakan langkah strategis guna mencapai target swasembada pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026), yang membahas pagu indikatif anggaran tahun 2027 serta berbagai isu pertanian terkini.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, dalam rapat tersebut menyoroti kondisi BRMP yang dinilai kurang optimal akibat perpindahan tenaga peneliti ke BRIN dalam beberapa tahun terakhir.
Titiek menekankan bahwa banyak fasilitas dan lahan BRMP di daerah yang luas namun risetnya belum maksimal. Ia pun mendesak pemerintah untuk kembali memberdayakan sumber daya manusia guna mendukung inovasi pertanian.
"BRMP ini mau diapain? Luas sekali di setiap daerah, itu BRMP-nya tuh besar, luas sekali dan sebetulnya tenaga-tenaganya dulu juga banyak. Nah, setelah ditarik ke BRIN kan tidak ada pergerakan apa-apa di BRMP masing-masing (daerah)," tanya Titiek.
Menanggapi hal itu, Amran menyatakan telah menyiapkan solusi konkret. Kesepakatan kerja sama dengan BRIN resmi ditandatangani pada 9 Juni 2026. Sebanyak 1.000 peneliti BRIN akan segera ditempatkan di seluruh kantor BRMP se-Indonesia untuk mengoptimalkan kembali fasilitas penelitian, termasuk kawasan Cimanggu di Bogor, Jawa Barat.
"Ini seribu, ini langsung ke pertanian semua, semua berkantor (ke) BRMP se-Indonesia. Para peneliti (BRIN) seribu menempati semua (BRMP) dan Cimanggu kami gunakan kembali," kata Mentan.
Amran menjelaskan bahwa para peneliti tersebut tetap berstatus sebagai pegawai BRIN, namun bekerja di lingkungan BRMP agar tercipta sinergi riset yang lebih baik. Dukungan anggaran juga akan diberikan agar hasil penelitian dapat segera diimplementasikan untuk pembangunan pertanian.
"Anggarannya kami support, penelitiannya. Kemudian tetap sebagai (pegawai) BRIN tapi absennya di tempat kami. Jadi sebenarnya administrasi saja," ucap Amran.
"Ya itu kan jelas. Jadi mau diapain, diapainnya jelas gitu," timpal Titiek.
Melalui langkah ini, Amran optimistis bahwa kapasitas riset dan inovasi pertanian akan meningkat, yang pada akhirnya mendukung tercapainya target swasembada pangan secara berkelanjutan.