Pertamina: Harga BBM RON 92 Internasional Capai Rp21 Ribu per Liter

Pertamina: Harga BBM RON 92 Internasional Capai Rp21 Ribu per Liter
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan.

BOGOR, JAWA BARAT - VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengungkapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di pasar internasional saat ini berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter.

“RON 92 itu kalau di market itu harganya udah Rp20 ribu–Rp21 ribu-an. Di Thailand, RON 92 itu, RON 91 itu Rp23 ribuan kalau dikonversi ke rupiah,” ucap Sigit dalam Sarasehan Energi bertajuk “Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global” yang digelar di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Berdasarkan paparan Sigit, pada April 2026, batas atas harga Pertamax sebenarnya telah mencapai Rp18.745 per liter, naik dari level Rp12.397 per liter pada Maret. Kenaikan batas atas tersebut dihitung berdasarkan Harga Indeks Pasar (HIP) dan kurs yang berlaku sesuai formula harga BBM jenis bahan bakar umum (JBU).

Konflik geopolitik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 memberikan dampak kenaikan formula harga BBM JBU pada April 2026, dengan kenaikan batas atas berkisar Rp6.300–Rp7.300 per liter untuk solar dan Rp10.800–Rp10.930 per liter untuk bensin.

Batas atas harga Pertamax kembali melonjak pada periode Mei 2026 menjadi Rp20.157 per liter, dan kembali naik menjadi Rp20.942 per liter pada Juni 2026. Meski demikian, selama periode tersebut, Pertamina berupaya menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter.

“Kami masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300 per liter. Pertamax Green juga seperti itu, masih bisa kami tahan kemarin. Meskipun akhirnya, dua produk itu per hari ini, kami naikkan,” ujar Sigit.

Sigit menjelaskan bahwa Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk menjaga ketersediaan stok nasional. Selisih antara pendapatan dan pengeluaran menyebabkan perusahaan pelat merah tersebut tidak lagi bisa mengimpor BBM dengan volume yang sama, yang berimplikasi pada penurunan stok di pasar.

“Kami tidak ingin kondisinya terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan produk energi di masyarakat akan menurun. Ketika ada puncak permintaan, kondisi ini (penurunan stok energi) akan menjadi masalah,” kata Sigit.

Setelah berkonsultasi dengan pemerintah, Pertamina memutuskan melakukan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green. “Kami ingin memberikan pesan bahwa ini (harga BBM) memang perlu naik karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di market,” kata Sigit.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Berdasarkan siaran pers, mulai tanggal tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga produk BBM lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami kenaikan. Begitu pula dengan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang tetap dijual Rp10 ribu per liter dan Biosolar seharga Rp6.800 per liter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index