JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP tahun 2026 semakin dekat.
Di tengah persiapan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan pentingnya kesiapan peserta didik, baik dari sisi akademik maupun mental. Ia juga mengingatkan bahwa integritas menjadi kunci utama dalam pelaksanaan tes ini, sehingga segala bentuk kecurangan tidak akan ditoleransi.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan TKA berjalan objektif dan berintegritas. Evaluasi dari pelaksanaan TKA di jenjang SMA sebelumnya menjadi pijakan penting untuk memperbaiki sistem di tingkat SD dan SMP. Dengan demikian, pelaksanaan tahun ini diharapkan lebih matang, termasuk dalam hal pengawasan dan pemberian sanksi.
Evaluasi TKA Sebelumnya Jadi Dasar Perbaikan
Menurut Abdul Mu'ti, pengalaman pelaksanaan TKA pada jenjang SMA telah memberikan banyak pelajaran berharga. Pemerintah kini lebih siap dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk praktik kecurangan yang mungkin terjadi baik dari peserta maupun pihak sekolah.
Ia menegaskan bahwa sistem yang disiapkan saat ini telah diperkuat, terutama dalam aspek pengawasan dan penegakan aturan. Dengan kesiapan tersebut, pihaknya optimistis pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan.
“Sudah lebih siap, dan kami tegas ya prinsipnya. Kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kami nolkan nilainya. Karena kami membangun tentu saja kejujuran,” tegas Mendikdasmen Mu'ti usai Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin.
SOP Ketat untuk Cegah Kecurangan
Untuk mendukung pelaksanaan yang lebih tertib, pemerintah telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi setiap satuan pendidikan yang menyelenggarakan TKA. SOP tersebut tidak hanya mengatur teknis pelaksanaan, tetapi juga mencakup mekanisme pemeriksaan hingga pemberian sanksi.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. Dengan adanya aturan yang jelas, diharapkan tidak ada celah bagi praktik kecurangan. Sekolah dan peserta didik pun diharapkan memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran yang dilakukan.
Penerapan SOP ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pendidikan. Penilaian yang objektif hanya dapat dicapai jika seluruh pihak mematuhi aturan yang berlaku.
Tekankan Kejujuran dan Objektivitas
Lebih jauh, Abdul Mu'ti kembali menegaskan bahwa semangat utama dari pelaksanaan TKA adalah kejujuran, objektivitas, dan suasana yang menyenangkan. Ia mengingatkan bahwa tes ini bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk mengukur kemampuan secara jujur.
Menurutnya, jika peserta dan sekolah telah mempersiapkan diri dengan baik, maka tidak ada alasan untuk merasa cemas. Justru, kejujuran dalam mengerjakan soal akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan siswa.
Pemerintah ingin memastikan bahwa TKA tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana membangun karakter peserta didik. Nilai kejujuran menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan yang berkelanjutan.
Peserta Diminta Tetap Tenang dan Percaya Diri
Selain kesiapan akademik, kondisi psikologis peserta juga menjadi perhatian penting. Abdul Mu'ti mengimbau agar para siswa mengerjakan TKA dengan perasaan tenang dan gembira. Ia menilai tekanan berlebihan justru dapat menghambat kemampuan siswa dalam mengerjakan soal.
“Karena itu tagline dari TKA kan jujur, gembira. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah takut, siapkan saja dengan sebaik-baiknya. Peserta dengan gembira itu justru malah bisa mengerjakan dengan baik. Daripada dengan perasaan tertekan yang malah justru bisa menjadi kendala psikologis, bisa mengalami mental block kalau takut,” ujarnya.
Dengan suasana hati yang positif, peserta diharapkan mampu berpikir lebih jernih dan mengerjakan soal dengan optimal. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya menciptakan pengalaman ujian yang lebih humanis.
Jadwal Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026
Sebagai informasi, pelaksanaan TKA jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026. Sementara itu, untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada 20 hingga 30 April 2026.
Setiap peserta akan mengikuti ujian selama dua hari. Pada hari pertama, siswa akan mengerjakan mata pelajaran matematika dan numerasi serta survei karakter. Kemudian pada hari kedua, peserta akan menghadapi ujian bahasa Indonesia literasi dan survei lingkungan belajar (sulingjar).
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan yang matang, ditambah dengan sikap jujur dan percaya diri, menjadi kunci utama dalam menghadapi TKA tahun ini.