JAKARTA - Pergerakan kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa mulai meningkat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu jalur yang menunjukkan lonjakan arus lalu lintas adalah Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), yang menjadi bagian penting dalam jaringan Tol Trans Jawa.
Peningkatan ini menandakan bahwa arus mudik Lebaran secara bertahap mulai terjadi, meskipun puncak pergerakan kendaraan diperkirakan baru akan berlangsung beberapa hari mendatang. Lonjakan volume kendaraan pada jalur tersebut didominasi oleh pengendara yang melakukan perjalanan menuju kawasan Trans Jawa.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang melintasi tol layang MBZ mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan kondisi lalu lintas normal. Meski begitu, kondisi arus kendaraan secara umum masih terpantau lancar dan terkendali.
Lonjakan Kendaraan Keluar Jakarta Melalui Tol MBZ
Volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) mulai menunjukkan tren peningkatan pada H-10 Idulfitri 1447 H. Lonjakan arus kendaraan terpantau didominasi oleh pergerakan menuju arah Trans Jawa.
GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Desti Anggraeni menjelaskan, sebanyak 26.449 kendaraan melintasi jalan tol layang tersebut pada Rabu, 11 Maret 2026. Angka ini naik 21,40% jika dibandingkan dengan lalu lintas harian normal yang hanya mencapai 21.787 kendaraan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa jalur tol layang MBZ menjadi salah satu pilihan utama para pemudik yang ingin melakukan perjalanan lebih cepat menuju kawasan Trans Jawa.
Dengan posisi yang strategis sebagai jalur penghubung utama menuju tol arah timur, ruas ini kerap mengalami peningkatan volume kendaraan setiap kali memasuki periode mudik Lebaran.
Kenaikan Terjadi di Semua Periode Waktu
Lonjakan volume kendaraan di ruas tol tersebut terjadi hampir sepanjang hari. Kenaikan arus lalu lintas tercatat pada setiap periode waktu, mulai dari pagi hingga malam hari.
Secara terperinci, kenaikan pada pagi hari mencapai 18,31%. Sementara itu, peningkatan pada siang hari tercatat sebesar 8,60%.
Adapun lonjakan paling signifikan terjadi pada malam hari dengan peningkatan mencapai 60,71%.
"Peningkatan volume kendaraan terjadi pada seluruh periode waktu, yaitu 18,31% pada pagi hari, 8,60% pada siang hari, dan kenaikan tertinggi sebesar 60,71% pada malam hari," jelas Desti.
Selain kendaraan yang keluar dari Jakarta, pergerakan kendaraan yang kembali menuju ibu kota juga mengalami peningkatan meskipun tidak sebesar arus keluar.
Tercatat sebanyak 23.060 kendaraan masuk kembali ke Jakarta melalui ruas tol tersebut. Jumlah ini meningkat 4,39% dibandingkan dengan kondisi normal yang mencapai 22.090 kendaraan.
Kondisi Lalu Lintas Masih Terkendali
Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, pihak pengelola memastikan bahwa kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ masih berada dalam kondisi yang relatif lancar.
Secara umum, PT JJC memastikan kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ masih terpantau lancar dan terkendali. Petugas operasional di lapangan disiagakan secara berkala untuk memantau titik-titik potensi kepadatan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan pada beberapa titik tertentu, terutama ketika volume kendaraan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
Selain pengawasan lalu lintas, pengguna jalan juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum memasuki ruas tol layang sepanjang 38 kilometer tersebut.
Pengguna jalan diharapkan memastikan saldo uang elektronik mencukupi agar tidak mengalami kendala saat melintasi gerbang tol. Selain itu, kondisi kendaraan serta ketersediaan bahan bakar juga perlu dipastikan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
Cuaca juga menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan, terutama karena hujan dapat memengaruhi jarak pandang di jalur jalan layang.
"Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi jarak pandang," pungkas Desti.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) telah memprediksi bahwa puncak arus mudik di jaringan Jalan Tol Trans Jawa akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran 2026/Idulfitri 1447 H.
Direktur Utama JSMR Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa gelombang arus mudik diperkirakan mulai terlihat sejak pertengahan Maret.
Menurutnya, meskipun puncak pergerakan kendaraan diperkirakan terjadi pada pekan berikutnya, tanda-tanda peningkatan arus kendaraan sudah mulai terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.
"Di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret 2026. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini," kata Rivan dalam Konferensi Pers di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Selasa, 10 Maret 2026..
Selain arus mudik, perusahaan juga telah memproyeksikan pola arus balik Lebaran yang kemungkinan akan terbagi dalam dua periode berbeda.
Puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026. Sementara itu, gelombang arus balik kedua diprediksi berlangsung mendekati berakhirnya masa libur Lebaran, yaitu sekitar 29 Maret 2026.
Dengan berbagai proyeksi tersebut, pihak pengelola jalan tol terus memantau perkembangan arus lalu lintas secara berkala guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.